Kisah Lelah Kuli Sindang
Perjuangan Pasukan Sekop dan Pengki
Senin, 15/03/2010 18:22 WIB
dok detikcom
Jakarta
Taslim (35) duduk di trotoar bersama sepuluh temannya di bawah rimbun pohon angsana. Kepul asap rokok menemani obrolan mereka di tengah bising lalu lintas. Bersama mereka adalah pacul, blacu, sekop dan pengki di dalam karung plastik.
Mereka biasa disebut Kuli Sindang. Pekerjaan mereka biasanya mulai dari memperbaiki parit, menggali lobang untuk kabel telepon dan sebagainya. Mereka dipanggil Kuli Sindang karena berasal dari Sindang Laut, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
"Makanya kita sering disebut Kuli Sindang. Padahal, sekarang yang kerja kayak begini banyak dari daerah lain juga," ungkap Taslim (35) asal Cirebon saat ditemui detikcom di Jl Adhayaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (15/3/2010).
Taslim dan rekan-rekannya satu daerah ini memang biasa mangkal di pertigaan Jl Adhiyaksa dengan Jl TB Simatupang. Taslim cs pun tengah menunggu orang yang mau mengorder proyek, termasuk dari instansi pemerintah. Sudah lima tahun Taslim menggeluti profesinya itu.
"Kadang ada saja yang minta bersihin ini itu, ya diterima aja. Daripada nggak makan dan ngopi. Di kampung sudah nggak ada garapan," kata pria kurus namun berotot itu.
Apa boleh buat, sawah di kampung beralih fungsi menjadi pabrik. Mereka hanya bisa menjadi buruh tani di sawah orang lain. Bingung di kampung, mereka pun mengadu nasib di Jakarta. Namun hidup di Jakarta memang keras. Terkadang bekerja sebagai Kuli Sindang hanya cukup untuk makan, kopi dan rokok, tidak lebih.
"Kalau dapat proyek gede, nah itu baru kita bisa kirim-kirim ke kampung," katanya seraya tersenyum.
Lain lagi dengan Sukarna (50) asal Sindang Laut, Kabupaten Cirebon. Karena lebih berpengalaman, dia bisa menyisihkan sedikit demi sedikit uang dan mengirimkannya ke kampung. "Nggak banyak, tapi bisa beli beras buat istri dan anak," ucapnya.
Sukarna mengatakan, setiap mengerjakan proyek sangat bervariasi bayarannya. Membersihkan sampah di gorong-gorong atau angkut pasir biasanya Rp 35.000 per orang. Penggalian bisa mendapat Rp 50.000 per orang. Jika bekerja di proyek besar dan cukup lama, barulah mereka bisa mengirim uang ke kampung halaman. Namun sebaliknya, jika sepi order, mereka bisa saling pinjam uang atau saling berbagi untuk bertahan hidup di Jakarta.
"Rokok sebatang saja bisa bagi-bagi, makan dan minum barengan. Ada saja sih yang mau mengutangi, kayak warung itu," tunjuk Sukarna ke arah warung rokok dan warteg yang tak jauh dari situ.
Tidak beberpa lama, rombongan Taslim dan Sukarna pun terlihat bergerak. Mereka menumpang mobil pick up butut. "Biasa mas, kita mau bersihkan saluran got di Jl Arteri Pondok Indah," ujar Taslim mengucap pamit. (zal/fay)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda



Mereka biasa disebut Kuli Sindang. Pekerjaan mereka biasanya mulai dari memperbaiki parit, menggali lobang untuk kabel telepon dan sebagainya. Mereka dipanggil Kuli Sindang karena berasal dari Sindang Laut, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
"Makanya kita sering disebut Kuli Sindang. Padahal, sekarang yang kerja kayak begini banyak dari daerah lain juga," ungkap Taslim (35) asal Cirebon saat ditemui detikcom di Jl Adhayaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (15/3/2010).
Taslim dan rekan-rekannya satu daerah ini memang biasa mangkal di pertigaan Jl Adhiyaksa dengan Jl TB Simatupang. Taslim cs pun tengah menunggu orang yang mau mengorder proyek, termasuk dari instansi pemerintah. Sudah lima tahun Taslim menggeluti profesinya itu.
"Kadang ada saja yang minta bersihin ini itu, ya diterima aja. Daripada nggak makan dan ngopi. Di kampung sudah nggak ada garapan," kata pria kurus namun berotot itu.
Apa boleh buat, sawah di kampung beralih fungsi menjadi pabrik. Mereka hanya bisa menjadi buruh tani di sawah orang lain. Bingung di kampung, mereka pun mengadu nasib di Jakarta. Namun hidup di Jakarta memang keras. Terkadang bekerja sebagai Kuli Sindang hanya cukup untuk makan, kopi dan rokok, tidak lebih.
"Kalau dapat proyek gede, nah itu baru kita bisa kirim-kirim ke kampung," katanya seraya tersenyum.
Lain lagi dengan Sukarna (50) asal Sindang Laut, Kabupaten Cirebon. Karena lebih berpengalaman, dia bisa menyisihkan sedikit demi sedikit uang dan mengirimkannya ke kampung. "Nggak banyak, tapi bisa beli beras buat istri dan anak," ucapnya.
Sukarna mengatakan, setiap mengerjakan proyek sangat bervariasi bayarannya. Membersihkan sampah di gorong-gorong atau angkut pasir biasanya Rp 35.000 per orang. Penggalian bisa mendapat Rp 50.000 per orang. Jika bekerja di proyek besar dan cukup lama, barulah mereka bisa mengirim uang ke kampung halaman. Namun sebaliknya, jika sepi order, mereka bisa saling pinjam uang atau saling berbagi untuk bertahan hidup di Jakarta.
"Rokok sebatang saja bisa bagi-bagi, makan dan minum barengan. Ada saja sih yang mau mengutangi, kayak warung itu," tunjuk Sukarna ke arah warung rokok dan warteg yang tak jauh dari situ.
Tidak beberpa lama, rombongan Taslim dan Sukarna pun terlihat bergerak. Mereka menumpang mobil pick up butut. "Biasa mas, kita mau bersihkan saluran got di Jl Arteri Pondok Indah," ujar Taslim mengucap pamit. (zal/fay)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan KhususTerbaru
Indeks Laporan Khusus »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
