PBNU: Kaum Muslim Jangan Tolak Kedatangan Obama
Senin, 15/03/2010 14:19 WIB
Jakarta
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta agar kaum muslimin Indonesia tidak menolak kedatangan Presiden AS Barack Obama. Penolakan ini bertentangan dengan etika Islam juga etika diplomasi internasional.
"Saya berharap, jangan ada kaum muslimin Indonesia yang menolak kedatangan Obama di Indonesia. Selain bertentangan dengan etika Islam juga bertentangan dengan etika diplomasi internasional," kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam pesan singkat yang diterima detikcom di Jakarta, Senin (15/3/2010).
Menurut Hasyim, tidak ada aturan dalam Islam untuk menolak tamu, apalagi
dalam kapasitas diplomasi internasional. Rasulullah SAW mengajarkan 'berhubungan diplomatik' dengan agama lain termasuk Yahudi.
Lanjut Hasyim, Obama telah menunjukkan kemauan baik dalam memperbaiki hubungan AS dengan dunia Islam, sekalipun hasilnya belum maksimal. Sementara, Hasyim juga mengeritik upaya pemberantasan teroris jika hanya untuk menyenangkan AS. Pemberantasan teroris seharusnya dilakukan untuk kepentingan nasional dan kemanusiaan.
Hasyim menambahkan, belakangan terdengar suara-suara yang mau meminta hadiah dari pemberantasan terorisme. Menurutnya pemberantasan terorisme harus berdasarkan proses hukum, bukan karena iming-iming.
"Sungguh merendahkan martabat bangsa, dan dugaan saya Amerika pun akan mencibir kita. Sungguh, sifat cari muka serta sifat inlander harus segera kita tinggalkan demi martabat bangsa," tegasnya.
(zal/fay)
"Saya berharap, jangan ada kaum muslimin Indonesia yang menolak kedatangan Obama di Indonesia. Selain bertentangan dengan etika Islam juga bertentangan dengan etika diplomasi internasional," kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam pesan singkat yang diterima detikcom di Jakarta, Senin (15/3/2010).
Menurut Hasyim, tidak ada aturan dalam Islam untuk menolak tamu, apalagi
dalam kapasitas diplomasi internasional. Rasulullah SAW mengajarkan 'berhubungan diplomatik' dengan agama lain termasuk Yahudi.
Lanjut Hasyim, Obama telah menunjukkan kemauan baik dalam memperbaiki hubungan AS dengan dunia Islam, sekalipun hasilnya belum maksimal. Sementara, Hasyim juga mengeritik upaya pemberantasan teroris jika hanya untuk menyenangkan AS. Pemberantasan teroris seharusnya dilakukan untuk kepentingan nasional dan kemanusiaan.
Hasyim menambahkan, belakangan terdengar suara-suara yang mau meminta hadiah dari pemberantasan terorisme. Menurutnya pemberantasan terorisme harus berdasarkan proses hukum, bukan karena iming-iming.
"Sungguh merendahkan martabat bangsa, dan dugaan saya Amerika pun akan mencibir kita. Sungguh, sifat cari muka serta sifat inlander harus segera kita tinggalkan demi martabat bangsa," tegasnya.
(zal/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 12:11 WIB
PD Investigasi Dalang Penyerangan Terhadap Anas & Ibas di Ternate
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 11:55 WIB
Polisi Sita Sepucuk Pistol dari Pembunuh Wartawan Senior TVRI
-
Minggu, 27/05/2012 11:52 WIB
PD Tarik Wacana Pencapresan Ani Yudhoyono karena SBY Marah?
-
Minggu, 27/05/2012 11:43 WIB
Ada Kebakaran, KRL Tertahan di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
295 Komentar
-
286 Komentar
-
251 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
