detikcom
Senin, 15/03/2010 13:03 WIB

Penyampaian Visi Misi Calon Rektor UIN Sunan Kalijaga Ricuh

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Kericuhan mewarnai penyampaian visi dan misi calon rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penyebabnya, mahasiswa menuntut agar empat calon rektor periode 2010-2014 bersedia melakukan kontrak politik dengan mahasiswa.

Kericuhan sempat terjadi dua kali saat empat calon menyampaikan visi dan misi dalam acara Rapat Senat Khusus di Gedung Multi Purpose kampus UIN Sunan Kalijaga, Jalan Laksda Adisucipto, Yogyakarta, Senin (15/3/2010).

Kericuhan pertama terjadi ketika acara baru dimulai. Tiba-tiba saja puluhan mahasiswa UIN memaksa masuk ruangan. Sementara panitia pelaksana hanya mengizinkan mahasiswa yang membawa undangan masuk. Akibatnya, mahasiswa dan satpam kampus saling dorong.

Mahasiswa yang kecewa melempari pintu kaca dan lantai gedung dengan gelas plastik bekas air minum. Kardus bekas air minum juga sempat dibakar di depan tangga masuk. Para mahasiswa akhirnya diperbolehkan memasuki ruangan dan duduk berbaur dengan peserta lainnya.

Kericuhan kedua terjadi pada sesi dialog usai empat calon rektor menyampaikan visi dan misinya. Tidak hanya dosen dan karyawan saja yang bertanya, mahasiswa juga diberikan kesempatan yang sama.

Salah seorang mahasiswa yang diberikan kesempatan bertanya langsung melancarkan kritikannya terhadap proses pencalonan rektor tersebut. Mahasiswa itu menuntut pelibatan mahasiswa dalam pemilihan rektor dan dalam setiap rapat koordinasi universitas (RKU) dan rapat koordinasi fakultas (RKF). Bahkan mahasiswa juga menuntut adanya kontrak politik terhadap semua calon agar tidak adanya kenaikan SPP selama menjadi rektor.

Karena dinilai tidak sopan dan tidak mengikuti aturan main yang ditetapkan oleh moderator, mahasiswa sempat diingatkan oleh pemandu acara. Bahkan para peserta rapat senat khusus itu sempat meneriaki dan menyorakinya.

Pecah perang mulut pun kemudian terjadi antara mahasiswa dan pemandu acara. Bahkan beberapa orang mahasiswa sempat maju ke depan sehingga sempat terjadi keributan kecil dengan satpam kampus. Kedua belah pihak sempat adu aksi dorong, namun kemudian berhasil diredakan oleh panitia.

Tidak lama kemudian situasi berhasil diredam dan acara kembali berlangsung. Namun mengakibatkan beberapa peserta kecewa dengan acara dialog empat calon rektor itu. Merekapun kemudian meninggalkan acara itu meski belum usai. Aparat kepolisian yang ada di luar gedung hanya memantau jalannya acara tersebut.

Empat nama yang maju sebagai calon rektor UIN Sunan Kalijaga adalag Prof Dr Iskandar Zulkarnaen (dir. Pasca Sarjana), Prof Dr Musa Asy'arie, Prof Dr Alwan Khoiri, dan Prof Dr Nurcholis Setiawan.

Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bgs/djo)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%