detikcom

Obama Kutuk Pembunuhan Pegawai Konsulat AS di Meksiko

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 15/03/2010 10:15 WIB
Reuters
Mexico City Kelompok bersenjata menembak hingga tewas seorang pegawai konsulat Amerika Serikat (AS) dan suaminya di Meksiko. Pembunuhan itu terjadi ketika mereka berada di dalam mobil bersama bayi mereka.

Penembakan ini terjadi hanya beberapa menit setelah suami seorang pegawai konsulat AS lainnya ditembak hingga tewas dan dua anaknya terluka.

Pasukan keamanan Meksiko menduga pembunuhan ini dilakukan kelompok gang narkoba. Namun tidak jelas apa motif mereka.

Gedung Putih menyatakan, Presiden AS Barack Obama sangat sedih dan marah atas pembunuhan itu.

"Dia (Obama) menyampaikan dukacitanya untuk para keluarga dan mengutuk serangan terhadap konsulat dan personel diplomatik yang bekerja di misi luar negeri kita," demikian statemen Gedung Putih.

"Bersama-sama dengan otoritas Meksiko, kami akan bekerja tanpa kenal lelah untuk menyeret para pembunuh ke pengadilan," imbuh Gedung Putih seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (15/3/2010).

Pasangan suami istri AS yang tewas tersebut diidentifikasi sebagai pegawai konsulat AS, Lesley A. Enriquez (35) dan suaminya Arthur H. Redelfs (34). Lesley tewas dengan luka tembakan di kepala sedangkan suaminya mendapat tembakan di leher dan lengannya. Bayi mereka yang berada di kursi belakang selamat tanpa cedera. Usianya sekitar 1 tahun.

Beberapa menit sebelum pembunuhan itu, kepolisian Meksiko juga menemukan jasad suami seorang pegawai konsulat AS.Jorge Alberto Salcido Ceniceros (37), seorang warga Meksiko tewas ditembak di dalam mobilnya. Sedangkan kedua anaknya yang berumur 4 tahun dan 7 tahun terluka dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit.

Presiden Meksiko Felipe Calderon berjanji akan melakukan investigasi secepatnya. Kepolisian Meksiko tidak memberikan keterangan mengenai kemungkinan motif penyerangan itu.

Namun juru bicara Departemen Luar Negeri AS Fred Lash mengatakan, ketiga korban tewas telah menghadiri acara sosial yang sama sebelum serangan pada Sabtu, 13 Maret waktu setempat tersebut.

Beberapa warga AS telah terbunuh dalam perang narkoba di Meksiko. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang memiliki ikatan keluarga dengan Meksiko. Namun sangat jarang pegawai pemerintah AS menjadi target serangan tersebut.

(ita/iy)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel