Catatan dari Canberra
Kota Mati di Tengah Bebukitan Tinggi
Senin, 15/03/2010 07:26 WIB
Foto: Canberra dari atas (anwar/detikcom)
Terkait
Jakarta
Lazimnya, ibukota suatu negara pasti ramai, penuh dengan fasilitas. Apalagi negara maju. Tapi hal tersebut tidak berlaku bagi Canberra, ibukota Australia, satu-satunya negara di dunia yang berbentuk benua. Ibukota negara kanguru tersebut tak ubahnya kota mati, apalagi di malam hari.
Tak banyak gedung bertingkat di Canberra. Mal pun jarang sekali dilihat. Kalau pun ada, cuma mirip dengan toko-toko kecil yang biasa kita temui di ibukota kabupaten di Indonesia.
"Di sini pusat perbelanjaan buka pukul sembilan dan tutup pukul lima sore saja," kata salah seorang staf Kedubes Indonesia di Canberra, Eko, saat mendampingi rombongan wartawan yang ikut meliput kunjungan Presiden SBY ke Australia 9-10 Maret 2010 lalu.
Tak banyak perumahan atau pun bangunan di Canberra. Pusat kotanya pun kecil, tak banyak bangunan bertingkat tinggi. Gedung parlemen, tempat PM Australia Kevin Rudd dan anggota parlemen Australia berkantor pun juga sederhana. Malahan lebih mewah Gedung DPR/MPR di Senayan. Tapi yang pasti, suasana Canberra jauh lebih bersih dan tertata rapi, jauh beda dengan di Jakarta.
Di sepanjang kanan kiri jalan dipenuhi oleh hutan pinus. Udara sangat bersih, jauh dari polusi kendaraan bermotor. Di sepanjang jalan sangat jarang terlihat mobil tua dengan asap mengepul. Pantas saja pemerintah Australia memilih kota ini sebagai pusat pemerintahan, hening.
Tapi jangan harap Anda bisa menikmati suasana malam di Canberra. Meski memiliki jalan yang lebar, cuma beberapa gelintir saja kendaraan yang lewat. Maklum, jarang hiburan malam, toko-toko pun telah tutup di sore hari.
Saat detikcom dan beberapa wartawan lain berjalan-jalan di malam hari di Kaye Street, yang terletak di depan Hyatt Hotel Canberra, tempat kami menginap, suasana bak kota mati. Cuma ada satu dua kendaraan yang lewat. Jika dibandingkan dengan Jakarta di jam yang sama, ratusan kendaraan pasti lewat tiap 10 menit.
"Tidak ada yang buka di malam hari. Kalau pun ada, mungkin klab malam satu atau dua saja," imbuh Eko.
Canberra terletak di lembah Mount Ainslie. Dari bebukitan tersebut, tampak dari atas kota Canberra yang kecil.
Ada empat bangunan utama kota Canberra yang tampak dari Mount Ainslie, yakni bangunan yang berada satu garis lurus. Bangunan-bangunan tersebut adalah gedung parlemen yang juga berfungsi sebagai kantor Perdana Menteri, boulevard panjang yang menghubungkan gedung parlemen dengan monumen pahlawan Auatralia, serta gedung lama parlemen. Semua bangunan itu tampak jelas dari atas Mount Ainslie.
"Canberra memang tidak asyik," kata salah seorang wartawan Australia yang kami temui saat sama-sama meliput Presiden SBY di Papua Nugini. (anw/anw)
Tak banyak gedung bertingkat di Canberra. Mal pun jarang sekali dilihat. Kalau pun ada, cuma mirip dengan toko-toko kecil yang biasa kita temui di ibukota kabupaten di Indonesia.
"Di sini pusat perbelanjaan buka pukul sembilan dan tutup pukul lima sore saja," kata salah seorang staf Kedubes Indonesia di Canberra, Eko, saat mendampingi rombongan wartawan yang ikut meliput kunjungan Presiden SBY ke Australia 9-10 Maret 2010 lalu.
Tak banyak perumahan atau pun bangunan di Canberra. Pusat kotanya pun kecil, tak banyak bangunan bertingkat tinggi. Gedung parlemen, tempat PM Australia Kevin Rudd dan anggota parlemen Australia berkantor pun juga sederhana. Malahan lebih mewah Gedung DPR/MPR di Senayan. Tapi yang pasti, suasana Canberra jauh lebih bersih dan tertata rapi, jauh beda dengan di Jakarta.
Di sepanjang kanan kiri jalan dipenuhi oleh hutan pinus. Udara sangat bersih, jauh dari polusi kendaraan bermotor. Di sepanjang jalan sangat jarang terlihat mobil tua dengan asap mengepul. Pantas saja pemerintah Australia memilih kota ini sebagai pusat pemerintahan, hening.
Tapi jangan harap Anda bisa menikmati suasana malam di Canberra. Meski memiliki jalan yang lebar, cuma beberapa gelintir saja kendaraan yang lewat. Maklum, jarang hiburan malam, toko-toko pun telah tutup di sore hari.
Saat detikcom dan beberapa wartawan lain berjalan-jalan di malam hari di Kaye Street, yang terletak di depan Hyatt Hotel Canberra, tempat kami menginap, suasana bak kota mati. Cuma ada satu dua kendaraan yang lewat. Jika dibandingkan dengan Jakarta di jam yang sama, ratusan kendaraan pasti lewat tiap 10 menit.
"Tidak ada yang buka di malam hari. Kalau pun ada, mungkin klab malam satu atau dua saja," imbuh Eko.
Canberra terletak di lembah Mount Ainslie. Dari bebukitan tersebut, tampak dari atas kota Canberra yang kecil.
Ada empat bangunan utama kota Canberra yang tampak dari Mount Ainslie, yakni bangunan yang berada satu garis lurus. Bangunan-bangunan tersebut adalah gedung parlemen yang juga berfungsi sebagai kantor Perdana Menteri, boulevard panjang yang menghubungkan gedung parlemen dengan monumen pahlawan Auatralia, serta gedung lama parlemen. Semua bangunan itu tampak jelas dari atas Mount Ainslie.
"Canberra memang tidak asyik," kata salah seorang wartawan Australia yang kami temui saat sama-sama meliput Presiden SBY di Papua Nugini. (anw/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
