detikcom
Jumat, 12/03/2010 16:50 WIB

TNI Ikut Bantu Sergap Teroris di Aceh Besar

M. Rizal Maslan - detikNews
foto Ilustrasi
Jakarta - TNI ikut membantu Densus 88 dalam menyergap kelompok teroris di Leupung, Aceh Besar, hari ini. Informasi awal pergerakan kelompok teroris itu pun berasal dari intelijen TNI yang disampaikan ke Polri.

"Pada pukul 08.00 WIB, anggota unit intel Kodim menerima informasi ada kelompok yang mencurigakan yang naik mobil L300 dengan nopol BK 1116 GU. Lalu Dandim menginformasikan ke Danramil Lepung, Danramil kemudian memberi informasi ke Kapolsek," kata Kepala Dinas Penerangan Kodam Iskandar Muda Letkol CAJ Dudi Zulfadli dalam siaran pers, Jumat (12/3/2010).

Kelompok teroris itu sebelumnya naik L300 yang bergerak dari Lambaro
menuju Meulaboh. "Saat sweeping di dalam mobil L300 ditemukan 2 pucuk senjata AK 47," jelas Dudi.

Sweeping dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Lalu kontak senjata pecah selama 1 jam, sejak pukul 10.40 WIB. Petugas terdiri dari Polsek Leupung, Polres Jantho Aceh Besar dan dibantu Koramil Leupung Kodim Aceh Besar.

"Saat itu 2 penumpang berupaya meloloskan diri sambil menembak
menggunakan pistol, sehingga terjadi kontak tembak. Sedangkan yang 8 orang terkurung di mobil L300," beber Dudi.

Kontak tembak itu terjadi di Desa Lamsenia, Leupung, Kabupaten Abes, atau 100 meter dari jembatan Polsek Leupung. "2 Orang tewas, salah satunya ditembak oleh anggota Koramil Leupung. Sedang 8 orang yang tertangkap dalam penanganan pihak Polda Aceh," tuturnya.

Adapun barang bukti yang disita yakni 2 pucuk AK 47, 3 pucuk M-16, 1 pucuk pistol Glock, dan ratusan butir peluru.
Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(ndr/nrl)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%