Kasus Century
Jangan Sampai Ada Deal-deal Khusus di KPK
Jumat, 12/03/2010 13:02 WIB
Foto: Dokumen detikcom
Jakarta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta serius menindaklanjuti rekomendasi DPR soal Century. KPK diminta segera menyelidiki nama-nama yang disebut dalam rekomendasi opsi C yang disepakati dalam Paripurna DPR.
"KPK jangan aneh-aneh, belum apa-apa sudah keluar statement butuh waktu dua tahun dan perlu bukti tambahan. Lurang apa kerja pansu, mereka harus segera menindaklanjuti," kata mantan wakil Ketua Pansus Century Mahfud Siddik.
Hal ini disampaikan Mahfud dalam dialog interaktif DPD RI bertajuk "Hubungan Pemerintah dengan Parlemen Pasca Hak Angket Century," di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Mahfud merasa DPR perlu segera membentuk tim pengawas sesuai rekomendasi Pansus. Tim pengawas ini harus segera dibentuk untuk mengawasi kerja lembaga penegak hukum menindak nama-nama yang disebut di rekomendasi.
"Tim pengawas ini penting segera dibentuk, jumlahnya pasti 30 orang, tentang siapa isinya semuanya kewenangan fraksi. Penting sekali untuk mengawasi renegoisasi yang aromanya barter," jelas Mahfud.
Imbauan senada diungkapkan pengamat politik dari Universitas Indonesia Syamsuddin Haris. Syamsuddin meminta masyarakat memantau kinerja KPK.
"Kalau KPK hari-hari ini sangat lamban, patut juga ducurigai ya jangan sampai ada deal politik dengan SBY," kata Haris.
(van/ken)
"KPK jangan aneh-aneh, belum apa-apa sudah keluar statement butuh waktu dua tahun dan perlu bukti tambahan. Lurang apa kerja pansu, mereka harus segera menindaklanjuti," kata mantan wakil Ketua Pansus Century Mahfud Siddik.
Hal ini disampaikan Mahfud dalam dialog interaktif DPD RI bertajuk "Hubungan Pemerintah dengan Parlemen Pasca Hak Angket Century," di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Mahfud merasa DPR perlu segera membentuk tim pengawas sesuai rekomendasi Pansus. Tim pengawas ini harus segera dibentuk untuk mengawasi kerja lembaga penegak hukum menindak nama-nama yang disebut di rekomendasi.
"Tim pengawas ini penting segera dibentuk, jumlahnya pasti 30 orang, tentang siapa isinya semuanya kewenangan fraksi. Penting sekali untuk mengawasi renegoisasi yang aromanya barter," jelas Mahfud.
Imbauan senada diungkapkan pengamat politik dari Universitas Indonesia Syamsuddin Haris. Syamsuddin meminta masyarakat memantau kinerja KPK.
"Kalau KPK hari-hari ini sangat lamban, patut juga ducurigai ya jangan sampai ada deal politik dengan SBY," kata Haris.
(van/ken)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 11:07 WIB
MKGR Deklarasikan Pencapresan Ical
-
Minggu, 27/05/2012 10:56 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Iqbal Meninggal di Ayunan
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:48 WIB
Ibu Ani Pernah Bilang 10 Tahun SBY Mengabdi Sudah Cukup bagi Keluarga
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
284 Komentar
-
239 Komentar
-
223 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
