Kian Banyak Warga AS Anggap Pemanasan Global Dilebih-lebihkan
Jumat, 12/03/2010 12:58 WIB
Washington
Isu pemanasan global tengah menjadi pembahasan komunitas internasional. Namun saat ini justru semakin banyak warga AS yang menganggap kekhawatiran akan pemanasan global telah dilebih-lebihkan.
Bahkan lebih banyak orang yang meragukan peringatan ilmiah akan terjadinya bencana lingkungan yang parah.
Demikian menurut survei baru yang dilakukan Gallup seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (12/3/2010).
Dalam polling Gallup tersebut, sebanyak 48 persen warga AS saat ini yakin bahwa masalah seriusnya pemanasan global telah dilebih-lebihkan. Angka ini naik dari 41 persen pada tahun 2009 lalu dan 31 persen pada tahun 1997 ketika Gallup pertama kali menanyakan pertanyaan tersebut.
Polling ini diadakan pada 4-7 Maret dan melibatkan 1.014 orang dewasa dengan margin kesalahan plus minus 4 persen.
Presiden AS Barack bama saat ini tengah mendesak Kongres AS untuk membuat legislasi yang secara signifikan bisa mengurangi emisi karbon dioksida dan gas lainnya yang dituding sebagai penyebab masalah perubahan iklim.
Di negara-negara lain, kekhawatiran akan perubahan iklim masih berada di bawah kekhawatiran perekonomian. Demikian menurut survei Nielson/Oxford University pada Desember lalu. Namun di negara-negara Amerika Latin dan Asia Pasifik termasuk Filipina, masalah perubahan iklim ini menjadi kekhawatiran besar.
(ita/iy)
Bahkan lebih banyak orang yang meragukan peringatan ilmiah akan terjadinya bencana lingkungan yang parah.
Demikian menurut survei baru yang dilakukan Gallup seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (12/3/2010).
Dalam polling Gallup tersebut, sebanyak 48 persen warga AS saat ini yakin bahwa masalah seriusnya pemanasan global telah dilebih-lebihkan. Angka ini naik dari 41 persen pada tahun 2009 lalu dan 31 persen pada tahun 1997 ketika Gallup pertama kali menanyakan pertanyaan tersebut.
Polling ini diadakan pada 4-7 Maret dan melibatkan 1.014 orang dewasa dengan margin kesalahan plus minus 4 persen.
Presiden AS Barack bama saat ini tengah mendesak Kongres AS untuk membuat legislasi yang secara signifikan bisa mengurangi emisi karbon dioksida dan gas lainnya yang dituding sebagai penyebab masalah perubahan iklim.
Di negara-negara lain, kekhawatiran akan perubahan iklim masih berada di bawah kekhawatiran perekonomian. Demikian menurut survei Nielson/Oxford University pada Desember lalu. Namun di negara-negara Amerika Latin dan Asia Pasifik termasuk Filipina, masalah perubahan iklim ini menjadi kekhawatiran besar.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 11:07 WIB
MKGR Deklarasikan Pencapresan Ical
-
Minggu, 27/05/2012 10:56 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Iqbal Meninggal di Ayunan
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:48 WIB
Ibu Ani Pernah Bilang 10 Tahun SBY Mengabdi Sudah Cukup bagi Keluarga
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
284 Komentar
-
239 Komentar
-
223 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
