Kasus Proyek Iklan DKI
Artis Tahun 80-an Herman Felani Diperiksa KPK
Jumat, 12/03/2010 11:36 WIB
Jakarta
Artis tahun 80-an Herman Felani diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia datang sebagai saksi untuk tersangka Journal Effendy Siahaan (JES) dalam kasus dugaan korupsi proyek iklan di Pemprov DKI Jakarta.
JES adalah mantan Kabiro Hukum DKI yang berstatus tersangka sejak tahun 2009.
Herman yang mengenakan kemeja putih dan dibalut jas biru datang didampingi pengacaranya, Alamsyah. Ia datang di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (12/3/2010) pukul 11.00 WIB.
"Saya datang sebagai saksi bagi tersangka biro hukum DKI itu (JES). Perusahaan saya adalah penyetor iklan ke TV-TV," kata Herman kepada wartawan.
Pemeriksaan ini adalah kali pertama bagi Herman, setelah dua kali mangkir dari pemanggilan KPK.
Artis yang pernah membintangi film 'Mencari Cinta' tersebut diketahui sebagai rekanan proyek iklan Pemprov DKI. Saat dilakukan pencarian, ia tercatat sebagai Direktur Utama PT Arjuna Widya Karya.
Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan umum. Selain itu, Herman juga tercatat sebagai salah satu pemilik Pandawa Lima Putra Sulawesi, perusahaan yang mengelola tambang batu bara.
JES ditetapkan sebagai tersangka karena meminta fee sebesar 10 persen dari total anggaran Rp 5,6 miliar dalam APBD 2006 dan 2007. Kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 3,9 miliar.
(lrn/iy)
JES adalah mantan Kabiro Hukum DKI yang berstatus tersangka sejak tahun 2009.
Herman yang mengenakan kemeja putih dan dibalut jas biru datang didampingi pengacaranya, Alamsyah. Ia datang di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (12/3/2010) pukul 11.00 WIB.
"Saya datang sebagai saksi bagi tersangka biro hukum DKI itu (JES). Perusahaan saya adalah penyetor iklan ke TV-TV," kata Herman kepada wartawan.
Pemeriksaan ini adalah kali pertama bagi Herman, setelah dua kali mangkir dari pemanggilan KPK.
Artis yang pernah membintangi film 'Mencari Cinta' tersebut diketahui sebagai rekanan proyek iklan Pemprov DKI. Saat dilakukan pencarian, ia tercatat sebagai Direktur Utama PT Arjuna Widya Karya.
Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan umum. Selain itu, Herman juga tercatat sebagai salah satu pemilik Pandawa Lima Putra Sulawesi, perusahaan yang mengelola tambang batu bara.
JES ditetapkan sebagai tersangka karena meminta fee sebesar 10 persen dari total anggaran Rp 5,6 miliar dalam APBD 2006 dan 2007. Kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 3,9 miliar.
(lrn/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 11:07 WIB
MKGR Deklarasikan Pencapresan Ical
-
Minggu, 27/05/2012 10:56 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Iqbal Meninggal di Ayunan
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:48 WIB
Ibu Ani Pernah Bilang 10 Tahun SBY Mengabdi Sudah Cukup bagi Keluarga
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
284 Komentar
-
239 Komentar
-
223 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
