Dugaan Korupsi Tiket Kemlu
Usai Diperiksa 9 Jam, Imron Cotan Bungkam
Kamis, 11/03/2010 19:13 WIB
Jakarta
Selama 9 jam tim penyidik Kejaksaan Agung RI memintai keterangan Imron Cotan. Usai menjalani pemeriksaan pejabat pelaksana tugas (plt) Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri (Kemlu) itu menolak memberi keterangan.
"Semua keterangan itu diberikan secara tertutup, guna memberikan keterangan kepada penyidik. Tolong ditanyakan kepada jaksa terkait," ujar Imron Cotan yang mencegatnya di Gedung Bundar Kejagung RI, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan.
Tim penyidik memeriksa Imron sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, Kamis (11/3/2010). Imron yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana hitam ini berusaha keras menerobos kepungan wartawan dan langsung masuk ke mobilnya.
Sementara itu, Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jampidsus, Arminsyah, secara terpisah mengatakan, Imron dimintai keterangan karena bertugas di Sekjen Kemlu. Terkait posisinya tersebut Imron bertugas mengawasi penggunaan dana-dana perjalanan mulai dari penunjukan rekanan travel hingga proses pembayarannya.
"Dia sebagai Kuasa Pengguna Anggaran, pemeriksaan baru berjalan 18 pertanyaan dan masih berlanjut mungkin pada Senin atau Selasa depan," tuturnya.
Berdasarkan laporan ICW ke KPK, ditemukan dugaaan penggelembungan anggaran pembelian tiket pesawat oleh diplomat ke luar negeri pada 2009 hingga merugikan hingga miliaran rupiah. Ditengarai uang hasil mark-up mengalir ke mantan petinggi Kemlu NHW sebesar Rp 1 miliar dan petinggi Kemlu IC sebesar Rp 2,3 miliar.
(nvc/lh)
"Semua keterangan itu diberikan secara tertutup, guna memberikan keterangan kepada penyidik. Tolong ditanyakan kepada jaksa terkait," ujar Imron Cotan yang mencegatnya di Gedung Bundar Kejagung RI, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan.
Tim penyidik memeriksa Imron sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, Kamis (11/3/2010). Imron yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana hitam ini berusaha keras menerobos kepungan wartawan dan langsung masuk ke mobilnya.
Sementara itu, Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jampidsus, Arminsyah, secara terpisah mengatakan, Imron dimintai keterangan karena bertugas di Sekjen Kemlu. Terkait posisinya tersebut Imron bertugas mengawasi penggunaan dana-dana perjalanan mulai dari penunjukan rekanan travel hingga proses pembayarannya.
"Dia sebagai Kuasa Pengguna Anggaran, pemeriksaan baru berjalan 18 pertanyaan dan masih berlanjut mungkin pada Senin atau Selasa depan," tuturnya.
Berdasarkan laporan ICW ke KPK, ditemukan dugaaan penggelembungan anggaran pembelian tiket pesawat oleh diplomat ke luar negeri pada 2009 hingga merugikan hingga miliaran rupiah. Ditengarai uang hasil mark-up mengalir ke mantan petinggi Kemlu NHW sebesar Rp 1 miliar dan petinggi Kemlu IC sebesar Rp 2,3 miliar.
(nvc/lh)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 11:07 WIB
MKGR Deklarasikan Pencapresan Ical
-
Minggu, 27/05/2012 10:56 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Iqbal Meninggal di Ayunan
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:48 WIB
Ibu Ani Pernah Bilang 10 Tahun SBY Mengabdi Sudah Cukup bagi Keluarga
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
284 Komentar
-
239 Komentar
-
223 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
