PAN Menentang Rencana Pemboikotan Sri Mulyani
Kamis, 11/03/2010 15:50 WIB
(Foto: Dikhy Sasra/detikcom)
Jakarta
Partai Amanat Nasional (PAN) menentang rencana pemboikotan dari sejumlah anggota DPR terhadap kehadiran Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat pembahasan RAPBN 2010. Pemboikotan itu sama saja mengorbankan kepentingan rakyat banyak.
Pernyataan ini disampaikan Ketua DPP PAN Bara Hasibuan kepada detikcom, Kamis (11/3/2010). "PAN sesalkan rencana beberapa anggota DPR untuk memboikot kehadiran Menkeu Sro Mulyani dalam pembahasan RAPBN. Kalau itu dilakukan, maka DPR mempolitisasi sesuatu yang sangat berhubungan dengan kesejahteraan rakyat," tegas Bara.
Bara menyerukan kepada semua pihak untuk melakukan tindakan politik tanpa mengorbankan kepentingan rakyat. "Di dalam politik bisa saja kita menggunakan cara atau tindakan untuk menyatakan posisi kita, tapi itu harus dilakukan tanpa mengorbankan kepentingan rakyat banyak," jelas dia.
Bila boikot dipaksakan, menurut Bara, yang rugi adalah rakyat Indonesia. "Kalau kemudian boikot dipaksakan dan terjadi deadlock sehingga anggaran tidak dihasilkan, maka yang rugi adalah rakyat Indonesia. Program-program sosial seperti jaminan sosial, pendidikan, kesehatan, subsidi BBM menjadi tidak dapat disalurkan," kata Bara.
Bara meminta semua pihak menghormati hasil investigasi DPR mengenai kasus Century. "DPR sudah menyampaikan hasil investigasinya atas kasus Century. Hendaknya semua pihak menghormati proses hukum selanjutnya," jelas dia. (asy/nrl)
Pernyataan ini disampaikan Ketua DPP PAN Bara Hasibuan kepada detikcom, Kamis (11/3/2010). "PAN sesalkan rencana beberapa anggota DPR untuk memboikot kehadiran Menkeu Sro Mulyani dalam pembahasan RAPBN. Kalau itu dilakukan, maka DPR mempolitisasi sesuatu yang sangat berhubungan dengan kesejahteraan rakyat," tegas Bara.
Bara menyerukan kepada semua pihak untuk melakukan tindakan politik tanpa mengorbankan kepentingan rakyat. "Di dalam politik bisa saja kita menggunakan cara atau tindakan untuk menyatakan posisi kita, tapi itu harus dilakukan tanpa mengorbankan kepentingan rakyat banyak," jelas dia.
Bila boikot dipaksakan, menurut Bara, yang rugi adalah rakyat Indonesia. "Kalau kemudian boikot dipaksakan dan terjadi deadlock sehingga anggaran tidak dihasilkan, maka yang rugi adalah rakyat Indonesia. Program-program sosial seperti jaminan sosial, pendidikan, kesehatan, subsidi BBM menjadi tidak dapat disalurkan," kata Bara.
Bara meminta semua pihak menghormati hasil investigasi DPR mengenai kasus Century. "DPR sudah menyampaikan hasil investigasinya atas kasus Century. Hendaknya semua pihak menghormati proses hukum selanjutnya," jelas dia. (asy/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:56 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Iqbal Meninggal di Ayunan
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:48 WIB
Ibu Ani Pernah Bilang 10 Tahun SBY Mengabdi Sudah Cukup bagi Keluarga
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
223 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
