detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 13:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 10/03/2010 18:17 WIB

Zulkarnaen, Gembong Teroris Paling Senior Berada di Indonesia

E Mei Amelia R - detikNews
foto Ilustrasi
Jakarta - Siapa teroris paling dihormati di kalangan Jamaah Islamiyah (JI) saat ini? Bukan si Mbah alias Zarkasih atau Abu Dujana yang sudah ditahan polisi. Tapi ada nama lain yakni Zulkarnaen. Pria ini sosok paling dilindungi kelompoknya.

"Kalau habis bertemu dia saja, orang yang bertemu dengannya sampai diibaratkan bersumpah pocong untuk tidak menceritakan perihal dia," terang sumber detikcom yang dekat dengan kepolisian saat ditemui di Jakarta, Rabu (10/3/2010).

Zulkarnaen sama sekali tidak pernah pergi keluar dari Indonesia, seperti yang diisukan sebelumnya. "Dia di Indonesia, hanya saja dia cooling down, tidak ikut aksi kelompok mana pun sekarang," ungkap sumber itu.

Banyak pihak menyebut Zulkarnaen memiliki kemampuan lengkap. Mulai dari merakit bom, ahli fisika (untuk meramalkan efek ledakan), dan ahli kimia untuk menciptakan bahan-bahan bom, termasuk kemampuan merekrut pengikut, sehingga figurnya sangat ditokohkan.

Zulkarnaen yang juga punya nama lain Daud alias Arif Sunarso, diduga berperan sebagai penanggung jawab seluruh operasi teror JI. Dia juga Ketua Dewan Askari atau pimpinan kelompok bersenjata Jamaah Islamiyah, namun dia bukanlah eksekutor lapangan, melainkan penanggung jawab aksi teror.

Setiap operasi JI selama ini merupakan hasil persetujuan zulkarnaen. Ditengarai beberapa aksi peledakan bom yang mendapatkan restu Zulkarnaen antara lain peledakan bom di Bursa Efek Jakarta pada 2000 dan bom Bali I pada 2002 yang menewaskan 202 orang. Juga peledakan bom di Hotel JW Marriott tahun 2003, serta peledakan bom di Kedutaan Besar Australia, Jakarta, pada September 2004.

"Dia pernah dibujuk untuk menyerah ke Polri tapi dia menolak, dan memilih tidak terkait kelompok mana pun," tutup sumber itu.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ndr/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%