Susno: Ada Kasus Pajak Rp 25 Miliar yang Diatur di Mabes Polri
Rabu, 10/03/2010 16:55 WIB
Foto: Dokumen detikcom
Jakarta
Komjen Pol Susno Duadji kembali membongkar borok di Mabes Polri. Sebelum ia lengser sebagai Kabareskrim, ada kasus dugaan korupsi perpajakan yang sempat 'diatur' oleh anak buahnya. Nilainya cukup tinggi, yakni Rp 25 miliar.
"Kalau nggak salah Rp 25 (miliar) apa Rp 17 (miliar), jelas itu besar sekali Rp 25 miliar," kata Susno usai acara bedah buku "Bukan Testimoni Susno' di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (10/3/2010).
Menurut Susno, ia tidak setuju kasus tersebut diatur. Terlebih jumlah uang yang menjadi barang buktinya dikurangi.
"Saya mau diungkap itu korupsinya, karena itu korupsi bidang perpajakan. Kenapa saya bilang begitu karena saya dengar kasus itu sudah diatur, marah besar saya kenapa barang buktinya jadi Rp 400 juta," jelasnya.
Lebih jauh Susno mengungkapkan, pada akhir 2009 ia sudah mendengar adanya kabar 'permainan' di kasus ini. Setelah diklarifikasi pada penyidiknya, jawaban yang diperoleh Susno berbelit-belit.
Namun, jenderal bintang tiga ini enggan menjelaskan lebih jauh siapa saja yang terlibat dan apa perusahaan pajak yang dimaksud. Namun, ia memastikan ada anak buahnya di kalangan penyidik yang terlibat dan seorang petugas pajak berpangkat rendah.
"Ada pegawai pajak pangkat rendah duitnya Rp 25 M. Itu harus ditindaklanjuti lagi, itu duit harus ditelusuri lagi pasti ada kaitannya dengan korupsi," jelasnya.
Lalu bagaimana dengan penyidik di Polri yang dimaksud? "Dia masih bertugas, naik pangkat malah. Jadi bintang," tutupnya singkat.
(mad/ken)
"Kalau nggak salah Rp 25 (miliar) apa Rp 17 (miliar), jelas itu besar sekali Rp 25 miliar," kata Susno usai acara bedah buku "Bukan Testimoni Susno' di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (10/3/2010).
Menurut Susno, ia tidak setuju kasus tersebut diatur. Terlebih jumlah uang yang menjadi barang buktinya dikurangi.
"Saya mau diungkap itu korupsinya, karena itu korupsi bidang perpajakan. Kenapa saya bilang begitu karena saya dengar kasus itu sudah diatur, marah besar saya kenapa barang buktinya jadi Rp 400 juta," jelasnya.
Lebih jauh Susno mengungkapkan, pada akhir 2009 ia sudah mendengar adanya kabar 'permainan' di kasus ini. Setelah diklarifikasi pada penyidiknya, jawaban yang diperoleh Susno berbelit-belit.
Namun, jenderal bintang tiga ini enggan menjelaskan lebih jauh siapa saja yang terlibat dan apa perusahaan pajak yang dimaksud. Namun, ia memastikan ada anak buahnya di kalangan penyidik yang terlibat dan seorang petugas pajak berpangkat rendah.
"Ada pegawai pajak pangkat rendah duitnya Rp 25 M. Itu harus ditindaklanjuti lagi, itu duit harus ditelusuri lagi pasti ada kaitannya dengan korupsi," jelasnya.
Lalu bagaimana dengan penyidik di Polri yang dimaksud? "Dia masih bertugas, naik pangkat malah. Jadi bintang," tutupnya singkat.
(mad/ken)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
