detikcom

Hobi Kereta Miniatur

Merayu Istri Demi Main Kereta Miniatur

Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 10/03/2010 16:18 WIB
Foto: Deden/detikcom
Jakarta Kereta miniatur menjadi hobi yang mengeluarkan uang tidak sedikit. Istri pun harus dirayu agar para suami bisa menyalurkan uang untuk hobi mainan yang satu ini.

Romzy Alkatiri saat masih kecil hanya bisa menonton tetangganya di Ciumbuleuit, Bandung, bermain kereta api miniatur. Ia hanya bisa menonton karana pada saat itu, di akhir 1960-an, tidak ada satu pun toko di Bandung bahkan di Jakarta yang menjual mainan itu. Kereta miniatur hanya bisa dibeli di luar negeri.

Romzy begitu mengagumi kereta milik teman mainnya. Itu sebabnya ia kerap bermain bersama menjalankan kereta mainan tersebut. "Biasanya saya dengan teman main di ruangan kosong di rumah tetangga saya tersebut," kenang
Romzy kepada detikcom, Rabu (10/3/2010).

Setelah kuliah, Romzy akhirnya bisa membeli dan mengoleksi beberapa kereta model. Kereta itu ia dapat dari kenalannya yang pergi ke luar negeri. Sebab pada 1990-an sangat sulit mencari toko yang menjual kereta tersebut. Itu pun dengan koleksi yang sangat terbatas. Baru pada tahun 1996 Romzy bisa memuaskan diri dalam mengkoleksi kereta. Sebab saat itu internet sudah mulai marak dan sejumlah produsen mengiklankan produknya di internet.

"Jadi kita tidak perlu datang ke luar negeri lagi untuk membeli kereta," jelas pengusaha yang bergerak di bidang IT tersebut.

Dengan akses informasi yang mudah Romzy juga akhirnya bisa berkomunikasi dengan sesama penggemar kereta api miniatur. Sehingga, koleksinya pun semakin meningkat. Hingga saat ini tidak kurang dari 40 lokomotif yang ia miliki. Itu belum termasuk jumlah gerbong rangkaian yang jumlahnya ratusan unit.

Semua koleksi kereta milik Romzy umumnya buatan Eropa. Alasannya di benua tersebut banyak toko dan penggemar kereta. Adapun kereta buatan Amerika hanya beberapa unit saja. Romzy menjelaskan, harga masing-masing lokomotif miliknya harganya bervariasi, Rp 1,5-30 juta.

"Kalau yang harganya mahal kereta buatan Eropa. Kalau Amerika jauh lebih murah. Apalagi kereta-kereta merek Amerika sekarang diproduksinya di China," beber Romzy.

Meski tergolong mahal bagi Romzy tidak masalah. Alasannya kereta miniatur ini punya harga jual kembali yang tinggi. Lagi pula harganya terus
meningkat dari waktu ke waktu. Beda halnya dengan mainan lain seperti mobil radio control yang harganya langsung melorot jika ada model terbaru yang dirilis produsennya.

"Keuntungan lainnya kalau hobi kereta tingkat kerusakan rendah. Karena tidak dipakai untuk balapan tidak seperti RC yang rawan rusak," jelasnya.

Pengakuan serupa juga dikatakan Sukamto, salah seorang karyawan swasta, yang juga penggemar kereta miniatur. Menurutnya, meski mengeluarkan dana yang tidak sedikit, dirinya tidak merasa rugi. Sebab sewaktu-waktu kereta-kereta koleksinya bisa dijual ke penggemar yang lain dengan harga yang mengikuti pasaran.

Sukamto mulai menggeluti hobi ini sejak 2004 lalu lewat teman kantornya. Sejak itu ia pun mulai mencicil koleksinya hingga sekarang berjumlah belasan lokomotif. "Karena saya hanya seorang karyawan jadi harus nabung dulu untuk beli lokomotif. Pelan-pelan lah," ujar Sukamto.

Bagi para penggemar hobi mengoleksi kereta miniatur ini bisa menjadi alat mengatasi stres. Dengan hanya melihat detail kereta yang melintas di diorama bisa membuat rileks. Mereka seolah ikut dalam perjalanan kereta api yang melintasi sejumlah daerah yang ada di diorama tersebut.

Karena punya kenikmatan tersendiri dalam melihat kereta miniatur mereka tidak merisaukan harga yang mahal untuk membelinya. "Kalau sudah hobi harga tidak jadi soal. Lihat saja hobi-hobi lain, seperti burung dan ikan yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah," kata Romzy.

Tapi memang, saran Romzy, para penggemar harus pandai-pandai memberi penjelasan kepada sang istri tentang hobi tersebut. Sebab biasanya para istri agak rewel kalau suaminya membeli sesuatu barang diluar belanja rutin. Apalagi barang tersebut hanya untuk sekadar hobi.

(ddg/fay)

Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
     

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Laporan KhususTerbaru Indeks Laporan Khusus »
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel