detikcom

Sekolah Internasional Palsu Disarankan Tanggalkan Label Internasional

Luhur Hertanto - detikNews
Rabu, 10/03/2010 13:50 WIB
Jakarta Sekolah berlabel internasional yang tidak memenuhi standar, akan diminta menanggalkan label itu. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan pendidikan internasional tidak tertipu.

"Sekolah yang terjaring penertiban, kita tawarkan menyesuaikan diri. Tapi kalau tidak bisa, ya nggak usah pakai label internasional," kata Wakil Mendiknas Prof Fasli Jalal.

Fasli mengatakan itu di sela lokakarya Agenda Strategis Pemenuhan Hak TKI Perempuan, di Bekasi, Rabu (10/3/2010)

Menurut dia, seringkali label internasional dipakai sebagai bagian strategi marketing sekolah bersangkutan. Padahal kurikulum yang diterapkan di sekolah tersebut tidak sesuai dengan standar internasional.

"Ada yang menyebutkan diri sebagai TK Internasional hanya karena pakai model montessory. Sering kali ini buat marketing saja, sebab ternyata dia juga tahu kurikulum internasional itu bagaimana," jelas Fasli.

Tetapi sekolah internasional 'palsu' seperti itu, lanjut Fasli, jumlahnya hanya beberapa. Justru jauh lebih banyak sekolah swasta dan negeri yang tidak berlabel internasional tetapi sebenarnya malah sudah memperkaya materinya sesuai standar internasional.

Fasli menambahkan, penertiban akan dilaksanakan ke semua sekolah. Bila ternyata dalam penertiban itu ada sekolah yang terjaring, penanggalan label internasional akan menjadi langkah terakhir.

"Kalau memang sudah perkaya materi sesuai standar internasional, kita tawarkan sertifikasi sebagai SBI (Sekolah Berstandart Internasional). Bila belum dan dia mau terapkan standar internasional, kita tawarkan RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional)," papar Fasli.

Lalu sekolah internasional bagaimana yang asli dan sesuai dengan UU yang berlaku?

"Definisi sekolah internasional sesuai UU adalah sekolah yang dikelola oleh kedutaan negara sahabat melayani warga negaranya yang berada di Indonesia dan sebagian kecil WNI. Seperti Singapore International School, Korean International School, British International School dan lainnya," jelas Fasli.

(lh/nik)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Lapsus Index »
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel