Indonesia Terkorup di Asia Pasifik
PUKAT: Bukti Kita Tidak Punya Pondasi Pemberantasan Korupsi
Rabu, 10/03/2010 03:15 WIB
ilustrasi/detikcom
Jakarta
Political and Economic Risk Consultancy atau PERC mengeluarkan survei yang menyebut Indonesia merupakan negara terkorup di Asia Pasifik. Temuan itu membuktikan kalau Indonesia belum punya pondasi
"Itu bukti kalau pondasi pemberantasan korupsi kita masih buruk. Kita tidak punya pondasi," kata Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM Zainal Arifin Mochtar kepada detikcom, Selasa (9/3/2010) malam.
Menurut Zainal, survei PERC mengindikasikan tidak ada hal yang signifikan yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap pemberantasan korupsi. Belum ada yang berubah dari proses reformasi birokrasi pemerintahan yang selama ini digembar-gemborkan.
"Lebih terpuruk lagi (posisi) kita di bawah Kamboja," imbuh dosen FH UGM ini.
Zainal menjelaskan, terpuruknya posisi Indonesia sebagai negara terkorup dikarenakan pemberantasan korupsi belum menjadi prioritas pemerintah. Pemerintah belum memiliki program kerja berkelanjutan yang mendukung upaya-upaya anti korupsi.
"Kalau program pemerintah mempunyai cetak biru yang berkesinambungan mungkin posisi kita tidak seperti ini," tegasnya.
Zainal juga mengkritik proses birokrasi pemerintah yang selama ini diklaim telah berubah. Dengan adanya survei PERC klaim keberhasilan pemerintah terpatahkan.
Sebelumnya, dalam riset yang dilakukan oleh lembaga yang berpusat di Hongkong tersebut, Indonesia menduduki peringkat 1 negara terkorup di Asia Pasifik. Dalam skala 1 sampai 10, Indonesia mendapat nilai 9,07. Di bawah Indonesia, ada Kamboja, Vietnam dan Filipina sebagai negara terkorup.
(ape/her)
"Itu bukti kalau pondasi pemberantasan korupsi kita masih buruk. Kita tidak punya pondasi," kata Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM Zainal Arifin Mochtar kepada detikcom, Selasa (9/3/2010) malam.
Menurut Zainal, survei PERC mengindikasikan tidak ada hal yang signifikan yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap pemberantasan korupsi. Belum ada yang berubah dari proses reformasi birokrasi pemerintahan yang selama ini digembar-gemborkan.
"Lebih terpuruk lagi (posisi) kita di bawah Kamboja," imbuh dosen FH UGM ini.
Zainal menjelaskan, terpuruknya posisi Indonesia sebagai negara terkorup dikarenakan pemberantasan korupsi belum menjadi prioritas pemerintah. Pemerintah belum memiliki program kerja berkelanjutan yang mendukung upaya-upaya anti korupsi.
"Kalau program pemerintah mempunyai cetak biru yang berkesinambungan mungkin posisi kita tidak seperti ini," tegasnya.
Zainal juga mengkritik proses birokrasi pemerintah yang selama ini diklaim telah berubah. Dengan adanya survei PERC klaim keberhasilan pemerintah terpatahkan.
Sebelumnya, dalam riset yang dilakukan oleh lembaga yang berpusat di Hongkong tersebut, Indonesia menduduki peringkat 1 negara terkorup di Asia Pasifik. Dalam skala 1 sampai 10, Indonesia mendapat nilai 9,07. Di bawah Indonesia, ada Kamboja, Vietnam dan Filipina sebagai negara terkorup.
(ape/her)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 12:11 WIB
PD Investigasi Dalang Penyerangan Terhadap Anas & Ibas di Ternate
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 11:55 WIB
Polisi Sita Sepucuk Pistol dari Pembunuh Wartawan Senior TVRI
-
Minggu, 27/05/2012 11:52 WIB
PD Tarik Wacana Pencapresan Ani Yudhoyono karena SBY Marah?
-
Minggu, 27/05/2012 11:43 WIB
Ada Kebakaran, KRL Tertahan di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
295 Komentar
-
286 Komentar
-
251 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
