Laporan dari Canberra
Menkum HAM Kunjungi LP 'Bintang Lima' Canberra
Rabu, 10/03/2010 00:15 WIB
Canberra
Kesempatan mengikuti rombongan Presiden SBY ke Canberra dimanfaatkan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar untuk mengunjungi lembaga pemasyarakatan di negeri kanguru tersebut. Betapa terbelakak mata Patrialis tatkala melihat fasilitas penjara yang mirip hotel bintang lima.
“Tadi saya benar-benar mengunjungi LP ‘bintang lima’,” katanya bersemangat di sela-sela makan malam di Hyatt Hotel Canberra, Australia, Selasa (9/3/2010).
Patrialis mengaku kagum dengan penjara di Australia. Jangankan kumuh, penumpukan tahanan saja tidak ada. “Tidak ada penumpukan tahanan di sini, rasio antara kamar, penjaga, dan tahanan terus dijaga,” ujarnya.
Dia mencontohkan, dari 200 tahanan yang berada di penjara Canberra, ada sekitar 120 penjaga tahanan. “Ini rasionya lebih dari ideal,” imbuhnya.
Bahkan, fasilitas yang tersedia di penjara tersebut lebih mirip hotel, karena semua bersih. "Mungkin nyari satu nyamuk sulit kita,” candanya.
Yang unik, di penjara Canberra, ada sebuah koridor khusus di mana tersedia kopi dan berbagai macam makanan ringan. “Ini tiap hari dilakukan. Ini lebih mirip sesi coffee break setelah para napi melakukan kegiatan hariannya,” jelas Patrialis.
Tidak hanya itu, ada juga ruangan khusus bagi napi untuk menyalurkan hasrat seksual. Fasilitas ‘menggoda’ ini diberikan tiap dua minggu, hanya kepada napi yang berkelakuan baik dan dengan pasangan hidupnya.
Mewahnya penjara di Australia sepertinya tidak mungkin terjadi di Indonesia. Patrialis mengaku sulit untuk mewujudkan hal tersebut. Karena selain membutuhkan dana besar, juga perbedaan perilaku antara Indonesia dan Australia menjadi pengganjal.
“Sulit, kita masih banyak yang dibutuhkan selain penjara,” tutupnya.
(anw/ape)
“Tadi saya benar-benar mengunjungi LP ‘bintang lima’,” katanya bersemangat di sela-sela makan malam di Hyatt Hotel Canberra, Australia, Selasa (9/3/2010).
Patrialis mengaku kagum dengan penjara di Australia. Jangankan kumuh, penumpukan tahanan saja tidak ada. “Tidak ada penumpukan tahanan di sini, rasio antara kamar, penjaga, dan tahanan terus dijaga,” ujarnya.
Dia mencontohkan, dari 200 tahanan yang berada di penjara Canberra, ada sekitar 120 penjaga tahanan. “Ini rasionya lebih dari ideal,” imbuhnya.
Bahkan, fasilitas yang tersedia di penjara tersebut lebih mirip hotel, karena semua bersih. "Mungkin nyari satu nyamuk sulit kita,” candanya.
Yang unik, di penjara Canberra, ada sebuah koridor khusus di mana tersedia kopi dan berbagai macam makanan ringan. “Ini tiap hari dilakukan. Ini lebih mirip sesi coffee break setelah para napi melakukan kegiatan hariannya,” jelas Patrialis.
Tidak hanya itu, ada juga ruangan khusus bagi napi untuk menyalurkan hasrat seksual. Fasilitas ‘menggoda’ ini diberikan tiap dua minggu, hanya kepada napi yang berkelakuan baik dan dengan pasangan hidupnya.
Mewahnya penjara di Australia sepertinya tidak mungkin terjadi di Indonesia. Patrialis mengaku sulit untuk mewujudkan hal tersebut. Karena selain membutuhkan dana besar, juga perbedaan perilaku antara Indonesia dan Australia menjadi pengganjal.
“Sulit, kita masih banyak yang dibutuhkan selain penjara,” tutupnya.
(anw/ape)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:18 WIB
Andi Nurpati Soal Grasi Corby: SBY Tak Langgar UU, Tak Layak Disoal
-
Minggu, 27/05/2012 13:06 WIB
Istri Wartawan Senior TVRI Harap Pembunuh Suaminya Ditangkap Hidup-hidup
-
Minggu, 27/05/2012 13:05 WIB
DPR Terus Dorong Australia Bebaskan Nelayan Anak Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 12:48 WIB
Nyapres, Ical Akan Yakinkan Rakyat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
438 Komentar
-
288 Komentar
-
252 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
