detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 04:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 04/03/2010 17:29 WIB

Poltabes Denpasar Lumpuhkan Sindikat Uang Palsu

Gede Suardana - detikNews
Denpasar - Sindikat pengedar uang palsu sebesar Rp 20 juta di Bali berhasil dibekuk Polda Bali. Salah seorang pelaku dilumpuhkan dengan timah panas.

Lima pelaku yang dibekuk adalah Ramlan (39), Supriyono (27), Suswanto, (31) Eko Adi Putra (19), dan I Nyoman Sudiarta (31). Tersangka Suswanto ditembak pada bagian kakinya oleh aparat karena berupaya melarikan diri dari kejaran polisi di rumah kontrakannya di kawasan Nusa Dua.

"Kita berhasil mengungkap jaringan ini berkat laporan dari masyarakat. Seorang pegawai SPBU melaporkan tersangka karena membeli bensin dengan uang palsu," kata Kapoltabes Denpasar Kombes Polisi Gde Alit Widana, Kamis (4/3/2010).

Polisi menciduk tersangka di rumah kontarakan dengan barang bukti 15 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

Polisi pun memperluas penyelidikan sehingga berhasil meringkus empat tersangka lainnya di tempat terpisah. Polisi berhasil menyita
bukti uang palsu pecahan Rp 100 ribuan senilai Rp 11,2 juta. Polisi pun mencium bahwa uang palsu pecahan Rp 100 ribu telah disebarkan oleh seorang tersangka.

Dalam pemeriksaan tersangka mendapatkan pasokan uang palsu dari seorang warga asal Jawa Barat bernama Bambang. Suswanto membeli uang palsu Rp 20 juta sebesar Rp 5 juta.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(gds/djo)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close