detikcom
Kamis, 04/03/2010 17:29 WIB

Poltabes Denpasar Lumpuhkan Sindikat Uang Palsu

Gede Suardana - detikNews
Denpasar - Sindikat pengedar uang palsu sebesar Rp 20 juta di Bali berhasil dibekuk Polda Bali. Salah seorang pelaku dilumpuhkan dengan timah panas.

Lima pelaku yang dibekuk adalah Ramlan (39), Supriyono (27), Suswanto, (31) Eko Adi Putra (19), dan I Nyoman Sudiarta (31). Tersangka Suswanto ditembak pada bagian kakinya oleh aparat karena berupaya melarikan diri dari kejaran polisi di rumah kontrakannya di kawasan Nusa Dua.

"Kita berhasil mengungkap jaringan ini berkat laporan dari masyarakat. Seorang pegawai SPBU melaporkan tersangka karena membeli bensin dengan uang palsu," kata Kapoltabes Denpasar Kombes Polisi Gde Alit Widana, Kamis (4/3/2010).

Polisi menciduk tersangka di rumah kontarakan dengan barang bukti 15 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

Polisi pun memperluas penyelidikan sehingga berhasil meringkus empat tersangka lainnya di tempat terpisah. Polisi berhasil menyita
bukti uang palsu pecahan Rp 100 ribuan senilai Rp 11,2 juta. Polisi pun mencium bahwa uang palsu pecahan Rp 100 ribu telah disebarkan oleh seorang tersangka.

Dalam pemeriksaan tersangka mendapatkan pasokan uang palsu dari seorang warga asal Jawa Barat bernama Bambang. Suswanto membeli uang palsu Rp 20 juta sebesar Rp 5 juta.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gds/djo)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
56%
Kontra
44%