detikcom
Rabu, 03/03/2010 13:57 WIB

Rapat Paripurna Century Habiskan Rp 5 M, Hasil Mengecewakan foto

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Jakarta - Rapat Paripurna pengambilan keputusan kasus Bank Century yang digelar dua hari memakan dana kurang lebih Rp 5 miliar. Padahal, proses penyelidikan oleh Pansus Angket Bank Century yang berlangsung selama dua bulan hanya menghabiskan Rp 1,3 miliar.

Demikian hasil penelusuran Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) yang disampaikan kepada detikcom, Rabu (3/3/2010).

"Pansus Century telah menghabiskan anggaran sebanyak Rp 5 miliar hanya untuk honorarium anggota Dewan saja," kata Sekjen Fitra, Yuna Farhan.

Yuna menjelaskan, untuk Rapat Paripurna tanggal 2 Maret kemarin, anggota Dewan telah menghabiskan anggaran Rp 2.158.000.000 atau Rp 2,2 miliar. Rinciannya, honorarium Ketua DPR Rp 6 juta per hari, honorarium 4 orang wakil ketua DPR Rp 22 juta per hari, dan honorarium untuk 426 anggota Dewan (yang hadir) menghabiskan Rp 2.130.000.000 (Rp 2,1 miliar) Rp 5.000.000 orang/hari.

"Rp 2,2 miliar ini benar-benar pemborosan saja, dan anggaran ini hanya dihabiskan
honorarium rapat paripurna saja," kata Yuna merujuk Nota Penjelasan Sekjen DPR RI tentang DIPA DPR 2010 tanggal 15 Januari 2010.

Jika honor ini kembali dialokasikan para Rapat Paripurna hari ini, kata Yuna, maka akan menghabiskan anggaran sebanyak Rp 2.288.000.000. "Ini jika dihadiri oleh 457 anggota Dewan," kata dia.

Yuna menilai, gambaran ini menunjukkan besarnya uang rakyat yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diharapkan. "Rakyat justru disuguhkan 'sinetron politik' perseteruan para wakilnya pada Rapat Paripurna," kecam Yuna.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lrn/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%