Kapolri Ingatkan Jajarannya Jangan Berkhianat
Rabu, 03/03/2010 09:50 WIB
Jakarta
Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) menginginkan lembaga yang dipimpinnya solid. Kapolri berpesan jangan ada satu pun anggotanya yang berkhianat.
Pesan itu disampaikan Kapolri dalam sambutan acara sertijab Kadiv Propam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2010).
"Pegang teguh komitmen, jangan ada satu pun yang berkhianat kepada organisasi. Lebih baik pagi-pagi menghadap untuk berhenti dari Kepolisian baik anggota maupun ibu-ibu Bhayangkari," kata Kapolri.
Kapolri juga berpesan agar ada perubahan mindset di jajaran Polri. Ada upaya trust building melalui terobosan.
Menurut dia, perlu adanya manajemen yang memahami masyarakat yang menginginkan Polri berubah. Contohnya, dalam penyelidikan perkara atau rekayasa. "Harus ada konsep pengawasan dan semua ikut berperan agar meminimalisir," ujar Kapolri.
Usai acara, wartawan bertanya pada Kapolri, apakah pengkhianat yang dia maksud terkait dengan Komjen Susno Duadji. Kapolri spontan menyangkalnya. "Oh nggak. Itu membuat organisasi agar lebih solid," kilah Kapolri.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang menjelaskan pernyataan Kapolri soal pengkhianat dimaksudkan sebagai peringatan. Edward mencontohkan pengkhianatan itu seperti tidak melaksanakan perintah.
"Artinya kita ingin mewarning terus, mencegah supaya jangan ada (penghianat). Mencegah berarti belum. Namanya manusia kan perlu diingatkan," elak Edward.
(aan/nrl)
Pesan itu disampaikan Kapolri dalam sambutan acara sertijab Kadiv Propam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2010).
"Pegang teguh komitmen, jangan ada satu pun yang berkhianat kepada organisasi. Lebih baik pagi-pagi menghadap untuk berhenti dari Kepolisian baik anggota maupun ibu-ibu Bhayangkari," kata Kapolri.
Kapolri juga berpesan agar ada perubahan mindset di jajaran Polri. Ada upaya trust building melalui terobosan.
Menurut dia, perlu adanya manajemen yang memahami masyarakat yang menginginkan Polri berubah. Contohnya, dalam penyelidikan perkara atau rekayasa. "Harus ada konsep pengawasan dan semua ikut berperan agar meminimalisir," ujar Kapolri.
Usai acara, wartawan bertanya pada Kapolri, apakah pengkhianat yang dia maksud terkait dengan Komjen Susno Duadji. Kapolri spontan menyangkalnya. "Oh nggak. Itu membuat organisasi agar lebih solid," kilah Kapolri.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang menjelaskan pernyataan Kapolri soal pengkhianat dimaksudkan sebagai peringatan. Edward mencontohkan pengkhianatan itu seperti tidak melaksanakan perintah.
"Artinya kita ingin mewarning terus, mencegah supaya jangan ada (penghianat). Mencegah berarti belum. Namanya manusia kan perlu diingatkan," elak Edward.
(aan/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 17/05/2012 08:01 WIB
Ditinggal Warga Liburan, Jalanan Jakarta Lancar
-
Kamis, 17/05/2012 07:47 WIB
Kasus HIV/AIDS Akan Capai 2,18 Juta, iVoice Ajak Peduli
-
Kamis, 17/05/2012 07:40 WIB
7 Tips Agar Jalan-jalan Liburan Lebih Aman & Menyenangkan
-
Kamis, 17/05/2012 07:22 WIB
Rumahnya Terbakar, Seorang Ibu Tewas Terkena Serangan Jantung
-
Kamis, 17/05/2012 07:08 WIB
Arus Kendaraan Menuju Puncak Bogor Mulai Padat
-
Kamis, 17/05/2012 06:11 WIB
Turun dari Gunung Salak Hari Ini, Tim SAR Rusia Minta 'Dievakuasi' Pakai Heli
-
Kamis, 17/05/2012 07:22 WIB
Rumahnya Terbakar, Seorang Ibu Tewas Terkena Serangan Jantung
-
Kamis, 17/05/2012 07:08 WIB
Arus Kendaraan Menuju Puncak Bogor Mulai Padat
-
Kamis, 17/05/2012 06:45 WIB
Long Weekend, Tiket KA Ludes Terjual
-
361 Komentar
-
307 Komentar
-
264 Komentar
-
250 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 15/05/2012 08:57 WIB
Yang Mistis & Yang Ilmiah di Gunung Salak
-
Senin, 14/05/2012 09:10 WIB
Sukhoi Maut & Misteri Gunung Salak
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,771.000
- Rp 472.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





.jpg)


Sending your message




_(baru).gif)


(2).gif)
.gif)
