Paripurna Kasus Century Ricuh
SBY Harus Pertimbangkan Ganti Marzuki, Anas Lebih Cocok
Rabu, 03/03/2010 04:07 WIB
Marzuki Alie
Jakarta
Tidak hanya sekali ini saja Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie tampil buruk saat memimpin sidang. Karena itu, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yushoyono (SBY) harus mempertimbangkan penggantian posisi Marzuki.
"Ke depan saya ingin menyatakan Pak SBY musti menimbang kembali pilihannya atas Pak marzuki sebagai ketua DPR," ujar pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris, kepada detikcom, Selasa (2/3/2010).
Syamsuddin tidak habis pikir mengapa Marzuki mempraktekkan gaya kepemimpinan yang otoriter seperti tergambar dalam sidang paripurna kasus Bank Cantury, Selasa (2/3) kemarin. Padahal, sesuai peraturan, pimpinan DPR bersifat kolegial.
"Dia memang otoriter dan dia tidak paham bahwa kepemimpinan sidang itu kolegial," jelas profesor riset bidang politik LIPI ini.
Selain itu, lanjut Syamsuddin, seorang ketua DPR hanya memiliki tugas memimpin jalannya sidang. Keputusan yang diambil merupakan kehendak dari seluruh peserta sidang yang hadir.
Pria kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB) 57 tahun lalu ini menyarankan, SBY harus mengganti Marzuki dengan tokoh Demokrat yang lebih luwes. Sebab, Ketua DPR tidak bisa diduduki oleh figur yang memiliki temperamen tinggi.
"Tokoh yang luwes itu misalnya Anas (Anas Urbaningrum), yang lebih memiliki kelapangan hati. Sebab menjadi ketua dewan itu tidak bisa tokoh yang memiliki temparemen tinggi," cetusnya. (irw/fiq)
"Ke depan saya ingin menyatakan Pak SBY musti menimbang kembali pilihannya atas Pak marzuki sebagai ketua DPR," ujar pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris, kepada detikcom, Selasa (2/3/2010).
Syamsuddin tidak habis pikir mengapa Marzuki mempraktekkan gaya kepemimpinan yang otoriter seperti tergambar dalam sidang paripurna kasus Bank Cantury, Selasa (2/3) kemarin. Padahal, sesuai peraturan, pimpinan DPR bersifat kolegial.
"Dia memang otoriter dan dia tidak paham bahwa kepemimpinan sidang itu kolegial," jelas profesor riset bidang politik LIPI ini.
Selain itu, lanjut Syamsuddin, seorang ketua DPR hanya memiliki tugas memimpin jalannya sidang. Keputusan yang diambil merupakan kehendak dari seluruh peserta sidang yang hadir.
Pria kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB) 57 tahun lalu ini menyarankan, SBY harus mengganti Marzuki dengan tokoh Demokrat yang lebih luwes. Sebab, Ketua DPR tidak bisa diduduki oleh figur yang memiliki temperamen tinggi.
"Tokoh yang luwes itu misalnya Anas (Anas Urbaningrum), yang lebih memiliki kelapangan hati. Sebab menjadi ketua dewan itu tidak bisa tokoh yang memiliki temparemen tinggi," cetusnya. (irw/fiq)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:05 WIB
DPR Terus Dorong Australia Bebaskan Nelayan Anak Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 12:48 WIB
Nyapres, Ical Akan Yakinkan Rakyat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 12:38 WIB
2 Tahanan Polsek Setu Bekasi yang Kabur Dibekuk, 1 Orang Tewas
-
Minggu, 27/05/2012 12:21 WIB
Harlah Fatayat NU, Ibu Ani Dorong Perempuan Terlibat Pembuatan Kebijakan
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
438 Komentar
-
288 Komentar
-
252 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
