Senin, 01/03/2010 12:26 WIB

Kasus L/C Bank Century

Hubungan Misbakhun-Century dan Kejanggalan L/C US$ 22,5 Juta

Indra Subagja - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - Politisi PKS Misbakhun disebut-sebut memiliki hubungan kuat dengan Bank Century. Karena itulah, Misbakhun mendapat kemudahan L/C dari Century. Namun, sejumlah kejanggalan menyelimuti L/C yang diminta PT Selalang Prima Internasional (SPI) yang dimiliki Misbakhun.

Meski banyak isu berseliweran bahwa Misbakhun termasuk orang dalam Bank Century, namun bukti mengenai hal itu tidak ada. Nama Misbakhun tidak pernah tercatat dalam kaitan operasional dan manajemen Bank Century.

Namun, hubungan Misbakhun dengan Teguh Boentoro, yang merupakan konsultan pajak Bank Century, tidak bisa dibantah. Teguh adalah konsultan pajak dari PB Taxand. Sedangkan Misbakhun adalah mantan petugas pajak di Ditjen Pajak Departemen Keuangan dari 1992 hingga 2005. Misbakhun kini anggota DPR dari PKS, sedangkan Teguh kabarnya sudah kabur ke Singapura.

Kedekatan hubungan antara Misbakhun dengan Teguh berlanjut hingga pembelian saham PT SPI pada 8 Oktober 2007. Sebelumnya, Teguh adalah pemilik 99% PT SPI. Sedangkan 1% saham sisanya dimiliki oleh Franky Ongkowardoyo. Teguh sebagai komisaris utama (komut) dan Franky sebagai direktur utama (dirut).

Setelah pembelian oleh Misbakhun, kepemilikan saham PT SPI pun berubah. Misbakhun memiliki saham 99% saham SPI dan menjadi komut. Sedangkan Franky memiliki 1% saham dan tetap menjadi dirut. Disebut-sebut perusahaan ini bergerak dalam pengolahan biji plastik.

Tak lama setelah membeli saham itu, Misbakhun mengajukan L/C US$ 22,5 juta. Pengajuan L/C ini karena PT SPI mengimpor Bintulu Condensate dari Grain and Industrial Product Trading, Singapura. Pengajuan Misbakhun disetujui oleh manajemen Bank Century LC pada 19 November 2007. Namun, pengucuran L/C ini penuh kejanggalan.

Walaupun sudah menjual PT SPI ke Misbakhun, Teguh tetap memiliki perusahaan lainnya, bernama PT Citra Senantiasa Abadi (PT CSA). Dia tercatat sebagai pemilik 99% saham PT CSA dan menjadi komisaris utama. Menariknya, PT CSA juga mendapat L/C dari Bank Century senilai US$ 19,9 juta.

Kejanggalan L/C Century
Next

Halaman 1 2 3

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asy/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%