detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 22:48 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 01/03/2010 12:26 WIB

Kasus L/C Bank Century

Hubungan Misbakhun-Century dan Kejanggalan L/C US$ 22,5 Juta

Indra Subagja - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - Politisi PKS Misbakhun disebut-sebut memiliki hubungan kuat dengan Bank Century. Karena itulah, Misbakhun mendapat kemudahan L/C dari Century. Namun, sejumlah kejanggalan menyelimuti L/C yang diminta PT Selalang Prima Internasional (SPI) yang dimiliki Misbakhun.

Meski banyak isu berseliweran bahwa Misbakhun termasuk orang dalam Bank Century, namun bukti mengenai hal itu tidak ada. Nama Misbakhun tidak pernah tercatat dalam kaitan operasional dan manajemen Bank Century.

Namun, hubungan Misbakhun dengan Teguh Boentoro, yang merupakan konsultan pajak Bank Century, tidak bisa dibantah. Teguh adalah konsultan pajak dari PB Taxand. Sedangkan Misbakhun adalah mantan petugas pajak di Ditjen Pajak Departemen Keuangan dari 1992 hingga 2005. Misbakhun kini anggota DPR dari PKS, sedangkan Teguh kabarnya sudah kabur ke Singapura.

Kedekatan hubungan antara Misbakhun dengan Teguh berlanjut hingga pembelian saham PT SPI pada 8 Oktober 2007. Sebelumnya, Teguh adalah pemilik 99% PT SPI. Sedangkan 1% saham sisanya dimiliki oleh Franky Ongkowardoyo. Teguh sebagai komisaris utama (komut) dan Franky sebagai direktur utama (dirut).

Setelah pembelian oleh Misbakhun, kepemilikan saham PT SPI pun berubah. Misbakhun memiliki saham 99% saham SPI dan menjadi komut. Sedangkan Franky memiliki 1% saham dan tetap menjadi dirut. Disebut-sebut perusahaan ini bergerak dalam pengolahan biji plastik.

Tak lama setelah membeli saham itu, Misbakhun mengajukan L/C US$ 22,5 juta. Pengajuan L/C ini karena PT SPI mengimpor Bintulu Condensate dari Grain and Industrial Product Trading, Singapura. Pengajuan Misbakhun disetujui oleh manajemen Bank Century LC pada 19 November 2007. Namun, pengucuran L/C ini penuh kejanggalan.

Walaupun sudah menjual PT SPI ke Misbakhun, Teguh tetap memiliki perusahaan lainnya, bernama PT Citra Senantiasa Abadi (PT CSA). Dia tercatat sebagai pemilik 99% saham PT CSA dan menjadi komisaris utama. Menariknya, PT CSA juga mendapat L/C dari Bank Century senilai US$ 19,9 juta.

Kejanggalan L/C Century
Next

Halaman 1 2 3

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(asy/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close