Martha Tilaar dan Inspirasi Jamu Gendong
Senin, 01/03/2010 09:30 WIB
Jakarta
Tahun ini adalah tahun yang membanggakan bagi Martha Tilaar karena kerajaan industri jamu dan kosmetikanya genap berusia 40 tahun. Bisnis yang menggurita dan kesehatan yang prima di usia 72 tahun wajarlah membuat bos Martha Tilaar Group ini bersyukur.
Sebagai bentuk syukur, pertengahan Februari lalu ibu empat anak ini melakukan perjalanan napak tilas ke tempat-tempat bersejarah, titik awalnya merajut mimpi. Titik pertama adalah Pura Mangkunegaran di Solo. Di sinilah puluhan tahun lalu dia meminta izin pada Gusti Putri dan GRA Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani agar diperkenankan mempelajari resep kecantikan ala keraton.
"Saya selalu ingin mempercantik wanita dan memperkasa pria Indonesia," kenang Martha saat bernostalgia di depan GPH Herwasto Kusumo yang akrab disapa Gusti Heru, adik bungsu KGPAA Mangkunagoro IX.
Izin dari petinggi Mangkunegaran sungguhlah penting bagi Martha, mengingat darah biru tidak mengalir di tubuhnya. "Saya anak kampung yang lahir di Kebumen, bukan keturunan ningrat," ujarnya merendah.
Perjuangan memperkenalkan kosmetik dari bahan alami bukan perkara mudah. "Karena rakyat kita lebih menghargai produk Barat," ujarnya. Tapi berkat dorongan dari Gusti Nurul, yang oleh Martha disebut memiliki kulit sehalus kaca, dia berhasil mengembangkan produk kecantikan asli dalam negeri lewat kerja keras selama 40 tahun.
Kesuksesan ini diraih dengan proses panjang. "Orang Indonesia maunya instan, tidak bisa itu!" tegasnya.
Ketika Martha mulai merintis usaha menjelang 1970-an, banyak orang yang menganggapnya tidak waras. "Orang-orang anggap saya gila," ceritanya.
Tapi keyakinan Martha telah berhasil menancapkan prestasinya di pentas dunia. Ramuan tradisional yang diriset terus oleh Martha bahkan membuat Universitas Indonesia kesengsem sehingga dia diajak berpartisipasi membangun program S2 Herbal Medicine.
"Rektor UI bersedia menerima bakul jamu seperti saya hehehe...ketika presentasi saya gemetar karena saingan saya profesor doktor dari Kalbe Farma. Sedang saya hanya jamu gendong, tapi jamu yang sudah saintifik," ujar doktor kehormatan (HC) bidang "Fashion and Artistry" dari World University Tuscon, Arizona, AS, tahun 1984, ini.
Perjalanan nostalgia Martha kemudian berlanjut di Keraton Yogyakarta. Di sinilah Martha memperdalam ilmunya pada BRA Muryuwati Suyono. Ilmu dari Solo dan Yogya mengantarnya merilis produk Sariayu yang legendaris pada 1970-an.
Kini Sariayu telah memiliki berderet 'adik' seperti Biokos, Caring Colours, PAC, Belia, Rudy Hadisuwarno Cosmetics, Mirabella, Cempaka dan Dewi Sri Spa. "Dari nol saya berkarya, 40 tahun berjalan, menciptakan tenaga kerja, melestarikan budaya tradisional dan mengharumkan bangsa lewat jamu gendong," kenang Martha.
Foto:
Martha bersama model Sariayu legendaris, Larasati
(nrl/iy)
Sebagai bentuk syukur, pertengahan Februari lalu ibu empat anak ini melakukan perjalanan napak tilas ke tempat-tempat bersejarah, titik awalnya merajut mimpi. Titik pertama adalah Pura Mangkunegaran di Solo. Di sinilah puluhan tahun lalu dia meminta izin pada Gusti Putri dan GRA Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani agar diperkenankan mempelajari resep kecantikan ala keraton.
"Saya selalu ingin mempercantik wanita dan memperkasa pria Indonesia," kenang Martha saat bernostalgia di depan GPH Herwasto Kusumo yang akrab disapa Gusti Heru, adik bungsu KGPAA Mangkunagoro IX.
Izin dari petinggi Mangkunegaran sungguhlah penting bagi Martha, mengingat darah biru tidak mengalir di tubuhnya. "Saya anak kampung yang lahir di Kebumen, bukan keturunan ningrat," ujarnya merendah.
Perjuangan memperkenalkan kosmetik dari bahan alami bukan perkara mudah. "Karena rakyat kita lebih menghargai produk Barat," ujarnya. Tapi berkat dorongan dari Gusti Nurul, yang oleh Martha disebut memiliki kulit sehalus kaca, dia berhasil mengembangkan produk kecantikan asli dalam negeri lewat kerja keras selama 40 tahun.
Kesuksesan ini diraih dengan proses panjang. "Orang Indonesia maunya instan, tidak bisa itu!" tegasnya.
Ketika Martha mulai merintis usaha menjelang 1970-an, banyak orang yang menganggapnya tidak waras. "Orang-orang anggap saya gila," ceritanya.
Tapi keyakinan Martha telah berhasil menancapkan prestasinya di pentas dunia. Ramuan tradisional yang diriset terus oleh Martha bahkan membuat Universitas Indonesia kesengsem sehingga dia diajak berpartisipasi membangun program S2 Herbal Medicine.
"Rektor UI bersedia menerima bakul jamu seperti saya hehehe...ketika presentasi saya gemetar karena saingan saya profesor doktor dari Kalbe Farma. Sedang saya hanya jamu gendong, tapi jamu yang sudah saintifik," ujar doktor kehormatan (HC) bidang "Fashion and Artistry" dari World University Tuscon, Arizona, AS, tahun 1984, ini.
Perjalanan nostalgia Martha kemudian berlanjut di Keraton Yogyakarta. Di sinilah Martha memperdalam ilmunya pada BRA Muryuwati Suyono. Ilmu dari Solo dan Yogya mengantarnya merilis produk Sariayu yang legendaris pada 1970-an.
Kini Sariayu telah memiliki berderet 'adik' seperti Biokos, Caring Colours, PAC, Belia, Rudy Hadisuwarno Cosmetics, Mirabella, Cempaka dan Dewi Sri Spa. "Dari nol saya berkarya, 40 tahun berjalan, menciptakan tenaga kerja, melestarikan budaya tradisional dan mengharumkan bangsa lewat jamu gendong," kenang Martha.
Foto:
Martha bersama model Sariayu legendaris, Larasati
(nrl/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
TokohTerbaru
Indeks Tokoh »
-
Selasa, 22/05/2012 17:37 WIB
Reisa Kartika, Putri Lingkungan yang Ikut Identifikasi Korban Sukhoi
-
Selasa, 15/05/2012 17:05 WIB
Andre Siregar Sang Penerjemah Presiden
-
Senin, 14/05/2012 16:16 WIB
Ahmad Dhani dan Peluang Jadi Politikus
-
Kamis, 10/05/2012 21:06 WIB
Ninasapti Partowidagdo Jalankan Wasiat Hidup Hemat Sang Suami
-
Selasa, 08/05/2012 08:36 WIB
Deddy Herlambang dan Aksi Komunitasnya Merawat Lokomotif Kuno
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
438 Komentar
-
288 Komentar
-
252 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
