Tsunami di Polenesia Prancis Rusak Perahu
Minggu, 28/02/2010 03:51 WIB
Papeete
Tsuami yang dipicu gempa 8,8 SR di Chili juga terjadi Polenesia Prancis. Namun demikian, tsunami di negara kepulauan di Pasifik itu tidak menyebabkan kerusakan yang besar.
Seperti dilansir AFP, Minggu (28/2/2010), gelombang besar menghantam kepulauan Gambier pada 06.30 AM (1630 GMT).
Kepulauan Marquise di Timurlaut Polinesia dihantam serangkaian gelombang setinggi dua meter yang menghancurkan perahu pada pukul 07.00 dan 08.00 AM (1700-1800 GMT). Namun tidak ada yang terluka dalam kejadian tersebut.
Sirene berbunyi di Polenesia Prancis membangunkan warga Sabtu pagi untuk untuk mengingatkan mereka tentang gelombang yang akan datang. Komisioner tinggi di ibukota Papeete menyiagakan kepulauan tersebut pada 02.00 AM (1200 GMT).
Penerbangan oleh Tahiti Nui Air yang seharusnya tiba di Tahiti Sabtu, dialihkan ke Hawaii. Di Tahiti semua lalu lintas dilarang dalam 500 meter dari pantai.
Ribuan orang di Tahiti dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi tetapi beberapa warga menolak dievakuasi karena khawatir para penjarah.
Tsunami juga bisa setinggi dua meter di Rurutu, Australes. Pihak berwenang memperingatkan orang-orang untuk memanjat setidaknya 10 meter (33 kaki) di atas permukaan laut.
Tsunami umumnya datang dalam beberapa gelombang, dengan gelombang yang pertama biasanya bukan yang tertinggi.
Lengkung besar negara-negara Pasifik dari Selandia Baru ke Jepang terus mewaspadai terjadinya tsunami setelah gempa 8,8 SR di Chili. Mereka menyiapkan rencana darurat yang ditetapkan setelah bencana Samudra Hindia 2004.
(lrn/lrn)
Seperti dilansir AFP, Minggu (28/2/2010), gelombang besar menghantam kepulauan Gambier pada 06.30 AM (1630 GMT).
Kepulauan Marquise di Timurlaut Polinesia dihantam serangkaian gelombang setinggi dua meter yang menghancurkan perahu pada pukul 07.00 dan 08.00 AM (1700-1800 GMT). Namun tidak ada yang terluka dalam kejadian tersebut.
Sirene berbunyi di Polenesia Prancis membangunkan warga Sabtu pagi untuk untuk mengingatkan mereka tentang gelombang yang akan datang. Komisioner tinggi di ibukota Papeete menyiagakan kepulauan tersebut pada 02.00 AM (1200 GMT).
Penerbangan oleh Tahiti Nui Air yang seharusnya tiba di Tahiti Sabtu, dialihkan ke Hawaii. Di Tahiti semua lalu lintas dilarang dalam 500 meter dari pantai.
Ribuan orang di Tahiti dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi tetapi beberapa warga menolak dievakuasi karena khawatir para penjarah.
Tsunami juga bisa setinggi dua meter di Rurutu, Australes. Pihak berwenang memperingatkan orang-orang untuk memanjat setidaknya 10 meter (33 kaki) di atas permukaan laut.
Tsunami umumnya datang dalam beberapa gelombang, dengan gelombang yang pertama biasanya bukan yang tertinggi.
Lengkung besar negara-negara Pasifik dari Selandia Baru ke Jepang terus mewaspadai terjadinya tsunami setelah gempa 8,8 SR di Chili. Mereka menyiapkan rencana darurat yang ditetapkan setelah bencana Samudra Hindia 2004.
(lrn/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:05 WIB
DPR Terus Dorong Australia Bebaskan Nelayan Anak Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 12:48 WIB
Nyapres, Ical Akan Yakinkan Rakyat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 12:38 WIB
2 Tahanan Polsek Setu Bekasi yang Kabur Dibekuk, 1 Orang Tewas
-
Minggu, 27/05/2012 12:21 WIB
Harlah Fatayat NU, Ibu Ani Dorong Perempuan Terlibat Pembuatan Kebijakan
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
438 Komentar
-
288 Komentar
-
252 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
