detikcom
Rabu, 24/02/2010 13:10 WIB

TransJ Dilempar Batu

Pelaku Naik Mio, Diduga Kesal Dilarang Masuk Busway

Irwan Nugroho - detikNews
Ilustrasi
Jakarta - Pelaku aksi pelemparan batu ke bus TransJakarta penuh penumpang di Jl Raya Warung Buncit, Jakarta Selatan, ditengarai adalah pengendara sepeda motor. Ia nekat melakukan aksi itu diduga karena kesal tidak diperbolehkan melintas di jalur khusus bus TransJ (busway).

"Saya dapat informasi, pelakunya mengendarai sepeda motor Yamaha Mio B 6047 UOI," kata Asisten Manajer Pengendalian Busway, Bano Yogaswara, kepada detikcom, Rabu (24/2/2010).

Menurut Bano, awalnya pelaku yang menempuh perjalanan dari Ragunan ke arah Mampang itu ingin mencoba masuk busway di Buncit Indah. Jelas saja petugas melarang, namun pelaku memaksa masuk.

Meski berhasil menerobos busway, pelaku yang belum diketahui identitasnya itu rupanya menyimpan kekesalan kepada petugas. Akhirnya, ia memutar balik dan menghantamkan sebongkah batu ke arah kaca depan bus TransJ yang tengah melintas.

"Kita sudah membuat laporan ke Polsek setempat untuk ditindaklanjuti. Kita juga mengimbau pada seluruh masyarakat agar tidak menggunakan busway," tandas Bano.

Akibat dilempar batu ini, kaca depan bus TransJ JTM 051 mengalami retak cukup parah. Pasca kejadian, pramudi bus tersebut turun untuk mengecek kerusakan. Lalu lintas di sekitar TKP, tepatnya di depan Kantor PT Hotel Indonesia Natour, sempat mengalami kemacetan. Bus itu melayani koridor VI yaitu Ragunan-Buncit-Mampang-Kuningan-Dukuh Atas.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(irw/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%