Kesimpulan Pansus Century
Koalisi Sudah Tidak Efektif, SBY Harus Berbenah
Rabu, 24/02/2010 10:30 WIB
Jakarta
Partai pendukung pemerintah menilai ada pelanggaran hukum dalam bailout Bank Century. Bahkan, Partai Golkar dan PKS secara tegas menyebut nama Boediono dan Sri Mulyani sebagai orang yang paling bertanggung jawab.
"Secara real, koalisi sudah tidak efektif, partai koalisi tidak memiliki sikap yang sama, ternyata koalisi hanya perjanjian di atas kertas. Tidak efektif," kata pengamat politik Alfan Alfian saat berbincang dengan detikcom, Rabu (24/2/2010).
Menurut Alfan, pandangan akhir fraksi tidak jauh berbeda dari pandangan awal. Partai Golkar dan PKS memberikan kesan politik yang harus segera dipahami secara serius oleh Partai Demokrat sebagai lokomotif koalisi.
"Golkar dan PKS memberikan kesan politik jelas, bahwa Pak Boediono dan Bu Sri Mulyani harus ditindaklanjuti secara hukum," kata Alfan.
Tidak sejalannya sikap Golkar dan PKS dalam Pansus Century menunjukkan pola manajeman koalisi yang tidak efektif sehingga terkesan partai koalisi tidak bisa dikendalikan. "Pak SBY harus membenahi partai koalisi," imbuh Direktur Akbar Tandjung Institute ini.
Meskipun partai koalisi lain seperti PPP dan PAN tidak menyebut nama, namun kesimpulan mereka arahnya jelas yang bertanggung jawab adalah Ketua KSSK saat itu Sri Mulyani dan Gubernur BI saat itu Boediono. "Ini realitas yang harus direspons serius oleh SBY," katanya.
Sikap keras Golkar dan PKS, kata Alfan, tidak bisa direspons dengan mengeluarkan keduanya dari koalisi. Paling realistis adalah SBY melakukan pembenahan dengan mendengar aspirasi mereka. "SBY harus dengar aspirasi mereka," tandasnya.
(did/nrl)
"Secara real, koalisi sudah tidak efektif, partai koalisi tidak memiliki sikap yang sama, ternyata koalisi hanya perjanjian di atas kertas. Tidak efektif," kata pengamat politik Alfan Alfian saat berbincang dengan detikcom, Rabu (24/2/2010).
Menurut Alfan, pandangan akhir fraksi tidak jauh berbeda dari pandangan awal. Partai Golkar dan PKS memberikan kesan politik yang harus segera dipahami secara serius oleh Partai Demokrat sebagai lokomotif koalisi.
"Golkar dan PKS memberikan kesan politik jelas, bahwa Pak Boediono dan Bu Sri Mulyani harus ditindaklanjuti secara hukum," kata Alfan.
Tidak sejalannya sikap Golkar dan PKS dalam Pansus Century menunjukkan pola manajeman koalisi yang tidak efektif sehingga terkesan partai koalisi tidak bisa dikendalikan. "Pak SBY harus membenahi partai koalisi," imbuh Direktur Akbar Tandjung Institute ini.
Meskipun partai koalisi lain seperti PPP dan PAN tidak menyebut nama, namun kesimpulan mereka arahnya jelas yang bertanggung jawab adalah Ketua KSSK saat itu Sri Mulyani dan Gubernur BI saat itu Boediono. "Ini realitas yang harus direspons serius oleh SBY," katanya.
Sikap keras Golkar dan PKS, kata Alfan, tidak bisa direspons dengan mengeluarkan keduanya dari koalisi. Paling realistis adalah SBY melakukan pembenahan dengan mendengar aspirasi mereka. "SBY harus dengar aspirasi mereka," tandasnya.
(did/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:05 WIB
DPR Terus Dorong Australia Bebaskan Nelayan Anak Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 12:48 WIB
Nyapres, Ical Akan Yakinkan Rakyat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 12:38 WIB
2 Tahanan Polsek Setu Bekasi yang Kabur Dibekuk, 1 Orang Tewas
-
Minggu, 27/05/2012 12:21 WIB
Harlah Fatayat NU, Ibu Ani Dorong Perempuan Terlibat Pembuatan Kebijakan
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
438 Komentar
-
288 Komentar
-
252 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
