detikcom
Selasa, 23/02/2010 16:29 WIB

Cegah Cyber Crime, Polri Gandeng Facebook dkk

Didit Tri Kertapati - detikNews
Jakarta - Maraknya kasus pembobolan ATM menggunakan teknologi informasi membuat Polri berbenah. Perusahaan penyedia jasa teknologi informasi pun digandeng untuk mencegah kasus cyber crime.

"Kesiapan Polri dalam rangka mengantisipasi maraknya aneka kejahatan cyber crime antara lain dengan kerjasama degan perusahaan information technology, seperti Microsoft, Google, Facebook dan Yahoo," ujar Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri.

Hal ini disampaikan Kapolri dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/2/2010).

Polri juga menjalin kerjasama dengan institusi pemerintahan terkait. "Membangun kerjasama sinergis dengan pihak terkait seperti Depkominfo, provider pengusaha warnet dan akademisi," jelas jenderal bintang empat tersebut.

Polri juga membagun kerjasama dengan instiusi kepolisian diluar negeri serta memanfaatkan jalur yang bisa mengembalikan buronan polri yang berada di luar negeri.

"Memanfaatkan ekstradisi dan mutual legal assistance terkait dengan pelaku dan asetnya di luar negeri," tandas pria kelahiran Bogor tersebut.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ddt/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%