Hadi Poernomo: Memang Hibah Nggak Boleh?
Selasa, 16/02/2010 14:30 WIB
Jakarta
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo tengah menjadi sorotan. Harta kekayaannya yang banyak bersumber dari hibah dicurigai. Hadi mengakui adanya hibah tersebut. Ia tidak habis pikir mengapa harta dari hibah dipersoalkan.
Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Hadi tahun 2001 dan diperbaharui pada 2006, menyebutkan, hibah itu tersebut berbentuk tanah, apartemen dan benda berharga. Hibah itu diterima sejak 1990-an hingga 2004.
Hadi menandaskan, dana hibah itu berasal dari orang tuanya dan sudah berakta. "Memang nggak boleh? Nanti sudah jelas akan di KPK," kata Hadi Hadi usai pertemuan dengan Mendagri di Kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (16/2/2010).
Berikut wawancara dengan mantan Dirjen Pajak itu selengkapnya:
Bagaimana soal hibah Anda yang dipermasalahkan oleh ICW?
Oh itu sudah ada aktanya.
Tapi, kok, banyak sekali hibahnya?
Memang nggak boleh? Nanti sudah jelas akan di KPK.
Anda bisa dapat hibah itu dari mana?
Jadi hibah itu saya dapat dari tahun 1983 - 1985. Saya belum dirjen pajak waktu itu. Hibah itu saya jual lalu saya pakai buat investasi di mana-mana.
Termasuk tanah di Los Angeles (LA)?
Betul itu tanah saya di LA. Nilainya US$ 50 ribu. Itu dari uang saya tahun 1983 ada hibah dan lalu saya jual, jadinya itu, buat usaha. Uang hibah kan kalau banyak diputer-puter, masa nggak boleh buat usaha? Itu diinvestasikan lalu berkembang.
Selama menjabat Dirjen Pajak apakah Anda pernah menerima hibah?
Nggak. Saya tidak pernah menerima gratifikasi. Kalau tahun 1983 itu namanya belum gratifikasi, karena saya belum menjabat.
Lalu itu sumbernya dari mana hibah itu?
Itu dari orang tua. Kalau warisan kan dari orang tua yang meninggal, tapi dari orang tua yang masih hidup itu namanya hibah. Pakai akta dan ganti notaris.
Ada juga yang pakai nama istri Anda?
Iya, kalau harta saya pakai nama saya dan istri kan tidak ada masalah.
Tahun 2009, dalam pelaporan, kekayaan Anda naik nggak?
Pastinya bertambah karena nilai NJOP-nya naik.
Berapa persen naikknya?
Itu tanya KPK sajalah. (irw/iy)
Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Hadi tahun 2001 dan diperbaharui pada 2006, menyebutkan, hibah itu tersebut berbentuk tanah, apartemen dan benda berharga. Hibah itu diterima sejak 1990-an hingga 2004.
Hadi menandaskan, dana hibah itu berasal dari orang tuanya dan sudah berakta. "Memang nggak boleh? Nanti sudah jelas akan di KPK," kata Hadi Hadi usai pertemuan dengan Mendagri di Kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (16/2/2010).
Berikut wawancara dengan mantan Dirjen Pajak itu selengkapnya:
Bagaimana soal hibah Anda yang dipermasalahkan oleh ICW?
Oh itu sudah ada aktanya.
Tapi, kok, banyak sekali hibahnya?
Memang nggak boleh? Nanti sudah jelas akan di KPK.
Anda bisa dapat hibah itu dari mana?
Jadi hibah itu saya dapat dari tahun 1983 - 1985. Saya belum dirjen pajak waktu itu. Hibah itu saya jual lalu saya pakai buat investasi di mana-mana.
Termasuk tanah di Los Angeles (LA)?
Betul itu tanah saya di LA. Nilainya US$ 50 ribu. Itu dari uang saya tahun 1983 ada hibah dan lalu saya jual, jadinya itu, buat usaha. Uang hibah kan kalau banyak diputer-puter, masa nggak boleh buat usaha? Itu diinvestasikan lalu berkembang.
Selama menjabat Dirjen Pajak apakah Anda pernah menerima hibah?
Nggak. Saya tidak pernah menerima gratifikasi. Kalau tahun 1983 itu namanya belum gratifikasi, karena saya belum menjabat.
Lalu itu sumbernya dari mana hibah itu?
Itu dari orang tua. Kalau warisan kan dari orang tua yang meninggal, tapi dari orang tua yang masih hidup itu namanya hibah. Pakai akta dan ganti notaris.
Ada juga yang pakai nama istri Anda?
Iya, kalau harta saya pakai nama saya dan istri kan tidak ada masalah.
Tahun 2009, dalam pelaporan, kekayaan Anda naik nggak?
Pastinya bertambah karena nilai NJOP-nya naik.
Berapa persen naikknya?
Itu tanya KPK sajalah. (irw/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
WawancaraTerbaru
Indeks Wawancara »
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
-
Senin, 14/05/2012 20:25 WIB
Pilot Jeffrey Adrian: Radio, HP, Pegunungan Ganggu Komunikasi dengan ATC
-
Kamis, 10/05/2012 19:12 WIB
Menkeu: Saya Memilih Tidak Menjadi Saksi untuk Wa Ode
-
Senin, 07/05/2012 18:52 WIB
Direktur Pembinaan SD: Sekali Lagi, Jangan Terpengaruh SMS Gadungan Soal UN
-
Senin, 30/04/2012 20:20 WIB
Dr Mudzakkir: Jangan Sampai Anak Jadi Tameng Penangguhan Penahanan
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
393 Komentar
-
288 Komentar
-
252 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
