Selasa, 16/02/2010 01:31 WIB

Tertutup Tanah Longsor

Jalur Garut ke Bandung Masih Terputus

Mansur Hidayat - detikNews
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Jalur darat dari Kecamatan Cisewu (Garut), menuju Pangalengan (Bandung) belum bisa dilalui pasca bencana tanah longsor di Kabupaten Talegong, Garut, Minggu (14/2/2010) malam. Jalan sepanjang 40 meter masih tertutup tanah setebal 3 meter.

"Hasil pantauan arus lalu lintas di sepanjang Kecamatan Cisewu, Kecamatan Talegong hingga Pangalengan Bandung masih terputus, antara Cisewu-Talegong. Untuk jalur Talegong-Pangalengan Bandung kini sudah lancar setelah sebelumnya terputus total akibat longsor yang menewaskan 2 orang warga dilokasi berbeda," ujar Kasat Lantas Polres Garut AKP. Indra Setiawan kepada wartawan, Senin (15/2/2010).

Untuk bisa melewati jalan ini, warga harus 2 kali mempergunakan kendaraan untuk sampai tempat tujuan. "Ya, dengan cara itu warga bisa beraktivitas," ungkap Indra.

Indra menambahkan yang menjadi kendala dalam upaya membersihkan material tanah bekas longsoran karena peralatan yang dipergunakan warga sangat terbatas. Terlebih kondisi cuaca yang sering turun hujan yang dikhawatirkan terjadi longsor susulan. Disarankan agar warga dari arah Cisewu atau Pangalengan Bandung untuk menghindari melewati jalur Kecamatan Talegong.

"Untungnya volume kendaraan yang melintasi kawasan Talegong tidak terlalu banyak dan kawasan tersebut termasuk jalur sepi kendaraan," tambah Indra.

Puluhan Warga Begadang


Sementara itu, puluhan warga kampung Cisaat, desa Tanjung Karya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut Jawa Barat malam ini terpaksa begadang karena khawatir terjadi longsor susulan setelah sebelumnya sekitar pukul 22.00 WIB terjadi longsor tebing kaki gunung Guntur yang menimpa areal pesawahan.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun warga dalam kondisi waspada dan sebagian yang berada dikawasan terdekat dengan lokasi longsor sudah mulai mengungsi, karena khawatir terjadi longsor susulan," ungkap Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Infantri Herman Jatmiko, kepada wartawan, Senin (15/2/2010).

Kewaspadaan terhadap bencana tanah longsor dikawasan Kampung Cisaat diinformasikan melalui pengeras suara di Masjid yang ada di Kampung Cisaat. "Saya mendengar tokoh warga menghimbau melalui pengeras suara di Mesjid agar para lelaki tidak tidur, karena khawatir terjadi longsor susulan," tambah Irma (22) warga setempat kepada wartawan.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%