detikcom
Sabtu, 13/02/2010 06:53 WIB

Kedubes AS Cari Penggemar Berat Obama di Facebook

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memang masih satu bulan lagi. Namun, gaungnya sudah terasa sejak saat ini. Kedutaan besar AS pun giat menggelar acara untuk menyambut Obama. Salah satunya lewat Facebook.

Lewat rilis yang diterima detikcom, Sabtu (13/2/2010), Kedubes AS mengelar kompetisi untuk 30,000 penggemar Facebook Kedubes AS. Kompetisi ini bertujuan untuk mencari siapa penggemar utama - "Presiden" - dari halaman penggemar Kedubes AS dan menyampaikan ke teman-temannya di Facebook kegiatan yang sedang dilakukan Kedutaan Besar AS, dengan cara menyertakan tag status "@U.S. Embassy Jakarta, Indonesia."

Kompetisi ini dimulai pada 12 Februari sampai 12 Maret 2010. Hadiah yang diberikan cukup menarik yakni, perangkat elektronik canggih, buku tentang Amerika Serikat, dan barang berlogo Kedubes AS. Microsoft dan Starbucks juga menyumbangkan hadiah untuk kompetisi ini, seperti Smart Phone Samsung Omnia Pro B-7320, MS Office 2007 dan software Lifecam Cinema, serta voucher untuk minum kopi di 75 kedai Starbucks di seluruh Indonesia.

Seperti diketahui, Kedubes AS Jakarta membuat halaman penggemar di Facebook dengan laman www.facebook.com/jakarta.usembassy. Halaman Facebook Kedubes AS ini nantinya merupakan media yang digunakan untuk pertama kali mengeluarkan info mengenai kunjungan Presiden Obama di bulan Maret 2010, beberapa jam sebelum informasi tersebut disebar secara resmi ke pers.
(mad/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close