detikcom
Kamis, 11/02/2010 16:34 WIB

Noorsy: Waspadai Agenda Tersembunyi di Balik Kedatangan Obama

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Indonesia diminta berhati-hati terhadap rencana kedatangan Presiden AS, Barrack Obama, dan George Soros. Bukan tidak mungkin kedatangan keduanya memiliki agenda tersembunyi.

"Pasti ada agenda tertentu yang akan di bawa," kata pengamat politik Ichsanudin Noorsy kepada wartawan usai seminar nasional yang diselenggarakan DPC Peradi DIY di gedung University Center (UC), Universitas Gadjah Mada (UGM), Bulaksumur, Yogyakarta, Kamis (11/2/2010).

Menurut Noorsy, kedatangan Obama dan Soros, sangat menentukan dalam tata hubungan Indonesia
dengan Cina maupun Indonesia dengan AS. Sedangkan hubungan Cina dengan AS saat ini tidak dalam keadaan yang baik.

"Mereka (AS) pasti punya banyak kepentingan dengan Indonesia," tukas Noorsy.

Dengan adanya banyak kepentingan itu, kata Noorsy, AS pasti akan menawarkan berbagai bantuan ke Indonesia dengan nilai yang sangat besar. "Dan kunci dari semua itu adalah pada tangan menteri keuangan," pungkas dia.


Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(bgs/djo)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000