Selidiki Penyumbang Capres, Pansus Pertimbangkan Hadirkan KPU
Rabu, 10/02/2010 20:20 WIB
Jakarta
Pansus angket Century akan menelusuri perusahaan penyumbang capres yang menerima aliran dana Century. Pansus pun akan memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) apabila membutuhkan data lengkap penyumbang capres.
"Kita pertimbangkan memanggil KPU nanti kalau ada indikasi kuat ada pelanggaran pidana," kata Ketua Pansus Century Idrus Marham.
Hal ini disampaikan Idrus di sela-sela rapat pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/2/2010).
Untuk saat ini, menurut Idrus, Pansus sedang fokus menyelidiki aliran dana yang baru disetor oleh PPATK. "Kita akan urut, kalau ada indikasi kita segera kesana," papar Idrus.
Bahkan,menurut Idrus jika Pansus menemukan fakta pelanggaran yang jelas, Pansus akan serius mengejar perusahaan penyumbang capres lainnya.
"Kalau ada indikasi, kita akan kenceng kesana," tutup Idrus.
Sebelumnya diberitakan Pansus menemukan perusahaan PT Asuransi Jaya Proteksi yang menyumbang salah satu pansangan capres dala pemilu 2009. Perusahaan ini menerima dua kali aliran dana Century lebih dari 2 miliar rupiah dan layak diaudit BPK.
Pansus sudah meminta BPK untuk mengaudit perusahaan ini. BPK juga sudah memberikan lampu hijau.
Sementara Komisi Pemilihan Umum, setelah mengetahui Pansus membutuhkan data nama perusahaan penyumbang capres, bersedia membantu Pansus. Komisi Pemilihan Umum juga bersedia menyerahkan dokumentasinya jika diperlukan.
(van/asp)
"Kita pertimbangkan memanggil KPU nanti kalau ada indikasi kuat ada pelanggaran pidana," kata Ketua Pansus Century Idrus Marham.
Hal ini disampaikan Idrus di sela-sela rapat pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/2/2010).
Untuk saat ini, menurut Idrus, Pansus sedang fokus menyelidiki aliran dana yang baru disetor oleh PPATK. "Kita akan urut, kalau ada indikasi kita segera kesana," papar Idrus.
Bahkan,menurut Idrus jika Pansus menemukan fakta pelanggaran yang jelas, Pansus akan serius mengejar perusahaan penyumbang capres lainnya.
"Kalau ada indikasi, kita akan kenceng kesana," tutup Idrus.
Sebelumnya diberitakan Pansus menemukan perusahaan PT Asuransi Jaya Proteksi yang menyumbang salah satu pansangan capres dala pemilu 2009. Perusahaan ini menerima dua kali aliran dana Century lebih dari 2 miliar rupiah dan layak diaudit BPK.
Pansus sudah meminta BPK untuk mengaudit perusahaan ini. BPK juga sudah memberikan lampu hijau.
Sementara Komisi Pemilihan Umum, setelah mengetahui Pansus membutuhkan data nama perusahaan penyumbang capres, bersedia membantu Pansus. Komisi Pemilihan Umum juga bersedia menyerahkan dokumentasinya jika diperlukan.
(van/asp)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 12:48 WIB
Nyapres, Ical Akan Yakinkan Rakyat
-
Minggu, 27/05/2012 12:38 WIB
2 Tahanan Polsek Setu Bekasi yang Kabur Dibekuk, 1 Orang Tewas
-
Minggu, 27/05/2012 12:21 WIB
Harlah Fatayat NU, Ibu Ani Dorong Perempuan Terlibat Pembuatan Kebijakan
-
Minggu, 27/05/2012 12:11 WIB
PD Investigasi Dalang Penyerangan Terhadap Anas & Ibas di Ternate
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
393 Komentar
-
288 Komentar
-
252 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
