detikcom
Rabu, 10/02/2010 17:25 WIB

Pansus Century

Dahlan Iskan: Saya Dipanggil, Ya Datang

Arifin Asydhad - detikNews
Jakarta - Dirut PLN Dahlan Iskan bingung saat menghadiri undangan Pansus Century. Dia pun mempertanyakan tujuan dirinya dipanggil. Akhirnya, Dahlan hadir di Pansus sekitar lima menit, setelah itu pulang.

"Saya dipanggil ya datang. Kalau tidak datang, nanti bisa disebut contempt of parliament," kata Dahlan saat berbincang-bincang dengan detikcom ketika dalam perjalanan meninggalkan gedung DPR menuju kantor PLN, Rabu (10/2/2010).

Dahlan mengaku pihaknya menerima undangan Pansus Century hari Selasa (9/2/2010) sore. Dalam surat itu disebutkan, Dirut PLN dipanggil terkait penggalian aliran dana Century. Dirut PLN dipanggil untuk hadir pukul 14.00 WIB.

Akhirnya, pemilik Jawa Pos Group itu pun datang ke gedung DPR untuk menghadap Pansus. "Saya sampai di DPR sekitar pukul 13.30 WIB. Kemudian saya menunggu di ruang tunggu bersama para pimpinan BUMN yang diundang juga," kata Dahlan.

Karena masih meminta keterangan pihak lain, akhirnya Pansus baru memanggil Dahlan Iskan dan para pimpinan BUMN lain, seperti Telkom, Asabri, Jamsostek, dan Wijaya Karya, sekitar pukul 16.20 WIB. Selama ini, Telkom, Asabri, Jamsostek, dan Wijaya Karya memang disebut melakukan investasi di Bank Century. Namun, PLN tidak pernah disebut.

Karena itu, Dahlan juga bingung dengan panggilan Pansus. Saat pimpinan BUMN diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan, Dahlan pun mengatakan yang sebenarnya bahwa PLN tidak pernah berinvestasi di Century.

"PLN tidak pernah investasi di Century, tidak pernah menempatkan deposito dan uang di Century, karena memang tidak punyak uang. Yang ada, hanya pelanggan listrik yang membayar tagihan listrik lewat Bank Century. Itu sudah berakhir pada akhir 2008," kata Dahlan.

Setelah itu, Dahlan pun meminta izin pimpinan sidang Pansus Century agar diperbolehkan melanjutkan kerja dan meninggalkan ruangan. "Saya meminta izin meninggalkan ruangan, kecuali Pansus menemukan sesuatu baru bahwa PLN memang terkait dengan Century," kata Dahlan kepada pimpinan Pansus.

Akhirnya, Pansus pun memberi izin dan Dahlan meninggalkan ruang Pansus. Jengkelkah Dahlan? "Saya mengapresiasi Pansus, karena sportif juga mempersilakan kami keluar ruangan karena tidak menemukan kaitan PLN dengan Century," kata Dahlan yang hadir di Pansus didampingi Direktur Keuangan PLN Setio Anggowo Dewo.

Pansus Century salah panggil?

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asy/nrl)




Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%