Ktut: Saya Sudah Malas di LPSK
Rabu, 10/02/2010 13:33 WIB
Jakarta
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Ktut Sudiaharsa mengaku sudah tidak betah lagi bekerja di lembaga itu. Menurutnya banyak persoalan internal yang sudah dicampuri pihak luar.
"Saya sendiri ingin berhenti dari LPSK. Saya Sudah malas sekali di LPSK. Saya sudah berkai-kali minta mundur," ujar Ktut sebelum menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/2/2010).
Ktut menyatakan, perlakukan anggota LPSK lainnya terkait kasus Anggodo Widjojo membuatnya kecewa. Terutama pembentukan sidang majelis kode etik untuk memecat Ktut terkait rekaman yang berisi rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK yang diputar di MK.
"Kalau diobok-obok begini, jadi tidak ada gunanaya saya di LPSK. LPSK seharusnya untuk orang berani. Mungkin karena keberanian, saya jadi begini," katanya.
Ktut seharusnya pada 9 Februari 2010 diperiksa sidang majelis kode etik LPSK. Dalam susunan majelis itu terdapat beberapa tokoh dari luar LPSK, salah satunya adalah anggota hakim konstitusi MK Akil Muchtar.
Bagi Ktut kehardiaran Akil justru mencoreng independensi majelis tersebut. Atas dasar itulah ia tidak menghadiri pemanggilan kemarin.
"Ini kok malah orang luar datang menyidangkan saya seolah-olah terdakwa. Itu kan aneh, seharusnya hanya anggota LPSK saja yang bersidang bersama saya. Kalau memang saya salah dan mau dipecat kirim surat ke Presiden nanti Presiden yang memecat," katanya.
(nal/iy)
"Saya sendiri ingin berhenti dari LPSK. Saya Sudah malas sekali di LPSK. Saya sudah berkai-kali minta mundur," ujar Ktut sebelum menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/2/2010).
Ktut menyatakan, perlakukan anggota LPSK lainnya terkait kasus Anggodo Widjojo membuatnya kecewa. Terutama pembentukan sidang majelis kode etik untuk memecat Ktut terkait rekaman yang berisi rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK yang diputar di MK.
"Kalau diobok-obok begini, jadi tidak ada gunanaya saya di LPSK. LPSK seharusnya untuk orang berani. Mungkin karena keberanian, saya jadi begini," katanya.
Ktut seharusnya pada 9 Februari 2010 diperiksa sidang majelis kode etik LPSK. Dalam susunan majelis itu terdapat beberapa tokoh dari luar LPSK, salah satunya adalah anggota hakim konstitusi MK Akil Muchtar.
Bagi Ktut kehardiaran Akil justru mencoreng independensi majelis tersebut. Atas dasar itulah ia tidak menghadiri pemanggilan kemarin.
"Ini kok malah orang luar datang menyidangkan saya seolah-olah terdakwa. Itu kan aneh, seharusnya hanya anggota LPSK saja yang bersidang bersama saya. Kalau memang saya salah dan mau dipecat kirim surat ke Presiden nanti Presiden yang memecat," katanya.
(nal/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 12:48 WIB
Nyapres, Ical Akan Yakinkan Rakyat
-
Minggu, 27/05/2012 12:38 WIB
2 Tahanan Polsek Setu Bekasi yang Kabur Dibekuk, 1 Orang Tewas
-
Minggu, 27/05/2012 12:21 WIB
Harlah Fatayat NU, Ibu Ani Dorong Perempuan Terlibat Pembuatan Kebijakan
-
Minggu, 27/05/2012 12:11 WIB
PD Investigasi Dalang Penyerangan Terhadap Anas & Ibas di Ternate
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
341 Komentar
-
286 Komentar
-
251 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
