detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 20:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 10/02/2010 07:07 WIB

Balada Panser Tua TNI dan Kemacetan Ibu Kota

Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - Imbas kekurangan dana TNI untuk pemeliharaan alat-alat persenjataannya, ternyata tidak hanya dirasakan di medan latihan, di perbatasan, atau di lautan lepas. Kemarin malam, akibat sebuah panser milik Marinir ngadat di jalan tol, ribuan warga Jakarta terjebak kemacetan parah berjam-jam.

Iring-iringan panser tersebut terpaksa berhenti di Km 2 Tol Jagorawi dari Arah Cawang, Selasa (9/2/2010), mulai pukul 16.30 WIB, dan baru berhasil dievakuasi pukul 20.55 WIB. Kemacetan di ruas tol dalam kota dan Jagorawi pun menggila.

Pihak Marinir sendiri membantah panser tersebut mogok. "Hanya pendinginan mesin saja," ujar Kadispen Marinir Letkol Said Latuconsina pada detikcom kemarin malam.

Alat-alat perang ini memang kurang dana untuk pemeliharaan. Tahun ini, TNI AL mendapat kucuran anggaran sekitar Rp 6,3 triliun untuk tahun anggaran 2010. 60 persen dari anggaran itu akan digunakan untuk kesejahteraan prajurit. Hanya 40 persen yang digunakan untuk pemeliharaan dan pembelian alutsista baru. Tentunya jumlah ini jauh dari cukup.

Secara bergurau, Dirjen Sarana Pertahanan (Ranahan) Kementerian Pertahanan Laksda Gunadi, pernah menyatakan keprihatinannya pada peralatan lapis baja milik TNI. Diungkapkannya hanya fisik kendaraan saja yang gagah dan mengkilat. Saat dinyalakan, raungan suaranya mengalahkan kecepatannya.

"Karena kekurangan biaya, belinya bukan sparepart tapi semir dan oli, biar mengkilat," canda jenderal bintang dua ini.

Masih untung kendaraan lapis baja tersebut ngadat saat di Jalan tol, bayangkan jika ngadat saat melakukan operasi amfibi dari tengah laut. Akan berapa jumlah prajurit yang gugur sia-sia.

Negara ini sudah terlalu sering berduka akibat kehilangan para prajuritnya. Bukan karena bertempur, tapi karena kecelakaan akibat alutsista yang sudah tua.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(rdf/ddt)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close