PPATK Serahkan Transaksi Mencurigakan ke Polri dan KPK
Selasa, 09/02/2010 18:36 WIB
Jakarta
Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) juga menyetor aliran dana mencurigakan ke KPK dan Polri. PPATK berharap kedua instansi tersebut bersama Pansus menuntaskan Skandal Century.
"Kami menemukan 180 transaksi mencurigakan. 22 Kami serahkan untuk pidana ke Polri, 20 ke BPK dan 21 kami serahkan ke KPK," kata Ketua PPATK Yunus Husein.
Yunus menyampaikan hal ini dalam rapat konsultasi antara Pansus Century dengan PPATK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/2/2010).
Yunus mengaku sudah memberikan data dalam bentuk rekap. Saya sudah kasih ke Kapolri termasuk KPK dan sudah Saya berikan ke Pansus dalam bentuk rekap tapi sudah dibaca," jelas Yunus.
Mendengar pernyataan PPATK, Pansus pun ingin diberitahu data-data tersebut secara lengkap. Namun PPATK hanya mau membuka data tersebut secara tertutup.
"Kami bisa menyampaikan asal secara tertutup di tempat ini atau di sini," kata Yunus menjawab permintaan anggota pansus dari FPDIP Eva Kusuma Sundari.
PPATK juga akan mencari aliran dana mencurigakan lebih dalam setelah Pansus memberikan detil alamat Bank yang dicurigai oleh pansus.
"Memang agak susah kalau berapa karena karena ada di Padang, ada di Jatim, jadi pokoknya tolong lebih fokus, informasi yang spesifik," papar Yunus.
Namun Yunus tidak mau PPATK jadi tumbuan. "Jangan bertumpu Kami, ajak kerjasama pihak Kepolisian dan KPK juga," tutupnya.
(van/anw)
"Kami menemukan 180 transaksi mencurigakan. 22 Kami serahkan untuk pidana ke Polri, 20 ke BPK dan 21 kami serahkan ke KPK," kata Ketua PPATK Yunus Husein.
Yunus menyampaikan hal ini dalam rapat konsultasi antara Pansus Century dengan PPATK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/2/2010).
Yunus mengaku sudah memberikan data dalam bentuk rekap. Saya sudah kasih ke Kapolri termasuk KPK dan sudah Saya berikan ke Pansus dalam bentuk rekap tapi sudah dibaca," jelas Yunus.
Mendengar pernyataan PPATK, Pansus pun ingin diberitahu data-data tersebut secara lengkap. Namun PPATK hanya mau membuka data tersebut secara tertutup.
"Kami bisa menyampaikan asal secara tertutup di tempat ini atau di sini," kata Yunus menjawab permintaan anggota pansus dari FPDIP Eva Kusuma Sundari.
PPATK juga akan mencari aliran dana mencurigakan lebih dalam setelah Pansus memberikan detil alamat Bank yang dicurigai oleh pansus.
"Memang agak susah kalau berapa karena karena ada di Padang, ada di Jatim, jadi pokoknya tolong lebih fokus, informasi yang spesifik," papar Yunus.
Namun Yunus tidak mau PPATK jadi tumbuan. "Jangan bertumpu Kami, ajak kerjasama pihak Kepolisian dan KPK juga," tutupnya.
(van/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 12:38 WIB
2 Tahanan Polsek Setu Bekasi yang Kabur Dibekuk, 1 Orang Tewas
-
Minggu, 27/05/2012 12:11 WIB
PD Investigasi Dalang Penyerangan Terhadap Anas & Ibas di Ternate
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 11:55 WIB
Polisi Sita Sepucuk Pistol dari Pembunuh Wartawan Senior TVRI
-
Minggu, 27/05/2012 11:52 WIB
PD Tarik Wacana Pencapresan Ani Yudhoyono karena SBY Marah?
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
295 Komentar
-
286 Komentar
-
251 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
