Monas Nasibmu Kini
Monas, Tugu Perjuangan Itu Mulai Berkarat
Senin, 08/02/2010 11:41 WIB
Jakarta
Puluhan anak-anak SD itu dengan riang menanti lift yang akan membawa mereka ke puncak Monas. Pemandu yang bersama mereka seolah tidak berkuasa menghadapi anak-anak yang asyik sendiri. Para guru dan orang tua berusaha menenangkan mereka agar tidak berkeliaran kesana kemari. Nyaris tidak ada yang memperhatikan fisik tugu kemerdekaan ini.
Dalam usia yang hampir 49 tahun ini, karat dan lumut terlihat di dinding marmer utara tiang Monas yang menjulang. Lumut secara alami memang lebih mudah tumbuh di sisi timur yang terkena matahari pagi. Sementara, karat cokelat gelap menyeruak dari bawah pelataran puncuk tugu Monas. Lidah api Monas pun tampak kusam. Cukup kontras dengan suasana taman yang asri di sekitar monumen ini.
"Memang sampai sekarang belum ada pembersihan batang tugu dan pemolesan ulang lapisan Lidah Api Kemerdekaan," ungkap Kasubag TU Unit Pengelola Monumen Nasional, Ageng Darmintono, kepada detikcom di ruang kerjanya di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2/2010) kemarin.
Ternyata menurut Ageng, Monas terakhir dibersihkan total pada tahun 1995 atau 15 tahun lalu. Pembersihan dilakukan pada saat peringatan HUT ke-50 RI, 17 Agustus 1995. Saat itu juga dilakukan pelapisan ulang lapisan emas Lidah Api Kemerdekaan di puncak Tugu Monas oleh sebuah konsultan bangunan dari Jerman.
"Pelapisan ulang di Lidah Api Kemerdekaan dilakukan, yang semula lapisan emas beratnya 32 kilogram ditambah menjadi 50 kilogram," jelasnya.
Diakui Ageng, sudah saatnya batang tugu Monas dan Lidah Api Kemerdekaan kembali dibersihkan. Targetnya adalah 2011, tepat saat Monas berusia setengah abad. Selama ini pula pengelola Monas menginventarisasi kerusakan dan dinding yang kotor. Batang tugu Monas yang kusam, menurut Ageng, disebabkan debu, polusi udara dari kendaraan di sekitar Monas dan tingkat keasaman yang tinggi.
"Itulah yang menyebabkan marmer sangat mudah kusam. Mas bisa lihat di sisi timur badan tugu sudah bernoda," imbuhnya.
Untuk kebersihan Monas, sebenarnya banyak pihak yang terlibat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Dinas Pertamanan dan Dinas Kebersihan bertanggung jawab atas lingkungan di sekitar Monas. Pengelola Monas bertanggung jawab untuk kebersihan tugu Monas.
Tanggung jawab kebersihan di dalam Monas memang dapat dilihat. AC yang dingin dan ruangan bersih dapat dilihat seperti di museum dan ruang cawan. Di setiap pojok, petugas kebersihan tampak siaga untuk menyapu dan memungut sampah yang dibuang pengunjung yang cuek. Mulai dari bungkus permen sampai air mineral.
Kantin dan ruang tunggu juga sangat rapi. Tong sampah banyak di pasang mulai dari pintu masuk, lorong bawah tanah sampai bagian dalam Monas. Beberapa pengunjung yang lebih sadar lingkungan justru sangat berhati-hati untuk membuang sampah sembarangan.
Wahyu, kepala kebersihan dari rekanan yang digandeng pengelola Monas menjelaskan, timnya berjibaku membersihkan interior Monas. Wahyu membawahi 32 pekerja yang membersihkan Monas dari pukul 06.00-17.00 WIB. Mereka dibagi dalam gugus tugas untuk empat sisi Monas dan di dalam Monas. Tugu Monas pun ditutup pada Senin terakhir di setiap bulan.
"Pada hari itu, kita bersihkan semuanya," ungkap Wahyu.
Namun memang, mereka tidak melakukan pembersihan batang tugu Monas. Selain sulit dan perlu alat khusus, pembersihan dinding luar sampai api Monas membutuhkan keahlian juga. Oleh karena itu dibutuhkan renovasi khusus yang lagi-lagi terkendala dana. Ageng sebagai kepala dari pengelola Monas, berharap kepada Pemprov dan DPRD DKI, memperhatikan nasib tugu Monas.
"Semoga ini jadi perhatian kita semua dan juga anggota dewan, karena ini adalah kebanggan masyarakat juga. Tapi saya memaklumi soal anggaran, karena masih banyak yang penting seperti untuk mendanai pembangunan kanal untuk mengatasi banjir di Jakarta," pungkasnya.
(zal/fay)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda



Dalam usia yang hampir 49 tahun ini, karat dan lumut terlihat di dinding marmer utara tiang Monas yang menjulang. Lumut secara alami memang lebih mudah tumbuh di sisi timur yang terkena matahari pagi. Sementara, karat cokelat gelap menyeruak dari bawah pelataran puncuk tugu Monas. Lidah api Monas pun tampak kusam. Cukup kontras dengan suasana taman yang asri di sekitar monumen ini.
"Memang sampai sekarang belum ada pembersihan batang tugu dan pemolesan ulang lapisan Lidah Api Kemerdekaan," ungkap Kasubag TU Unit Pengelola Monumen Nasional, Ageng Darmintono, kepada detikcom di ruang kerjanya di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2/2010) kemarin.
Ternyata menurut Ageng, Monas terakhir dibersihkan total pada tahun 1995 atau 15 tahun lalu. Pembersihan dilakukan pada saat peringatan HUT ke-50 RI, 17 Agustus 1995. Saat itu juga dilakukan pelapisan ulang lapisan emas Lidah Api Kemerdekaan di puncak Tugu Monas oleh sebuah konsultan bangunan dari Jerman.
"Pelapisan ulang di Lidah Api Kemerdekaan dilakukan, yang semula lapisan emas beratnya 32 kilogram ditambah menjadi 50 kilogram," jelasnya.
Diakui Ageng, sudah saatnya batang tugu Monas dan Lidah Api Kemerdekaan kembali dibersihkan. Targetnya adalah 2011, tepat saat Monas berusia setengah abad. Selama ini pula pengelola Monas menginventarisasi kerusakan dan dinding yang kotor. Batang tugu Monas yang kusam, menurut Ageng, disebabkan debu, polusi udara dari kendaraan di sekitar Monas dan tingkat keasaman yang tinggi.
"Itulah yang menyebabkan marmer sangat mudah kusam. Mas bisa lihat di sisi timur badan tugu sudah bernoda," imbuhnya.
Untuk kebersihan Monas, sebenarnya banyak pihak yang terlibat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Dinas Pertamanan dan Dinas Kebersihan bertanggung jawab atas lingkungan di sekitar Monas. Pengelola Monas bertanggung jawab untuk kebersihan tugu Monas.
Tanggung jawab kebersihan di dalam Monas memang dapat dilihat. AC yang dingin dan ruangan bersih dapat dilihat seperti di museum dan ruang cawan. Di setiap pojok, petugas kebersihan tampak siaga untuk menyapu dan memungut sampah yang dibuang pengunjung yang cuek. Mulai dari bungkus permen sampai air mineral.
Kantin dan ruang tunggu juga sangat rapi. Tong sampah banyak di pasang mulai dari pintu masuk, lorong bawah tanah sampai bagian dalam Monas. Beberapa pengunjung yang lebih sadar lingkungan justru sangat berhati-hati untuk membuang sampah sembarangan.
Wahyu, kepala kebersihan dari rekanan yang digandeng pengelola Monas menjelaskan, timnya berjibaku membersihkan interior Monas. Wahyu membawahi 32 pekerja yang membersihkan Monas dari pukul 06.00-17.00 WIB. Mereka dibagi dalam gugus tugas untuk empat sisi Monas dan di dalam Monas. Tugu Monas pun ditutup pada Senin terakhir di setiap bulan.
"Pada hari itu, kita bersihkan semuanya," ungkap Wahyu.
Namun memang, mereka tidak melakukan pembersihan batang tugu Monas. Selain sulit dan perlu alat khusus, pembersihan dinding luar sampai api Monas membutuhkan keahlian juga. Oleh karena itu dibutuhkan renovasi khusus yang lagi-lagi terkendala dana. Ageng sebagai kepala dari pengelola Monas, berharap kepada Pemprov dan DPRD DKI, memperhatikan nasib tugu Monas.
"Semoga ini jadi perhatian kita semua dan juga anggota dewan, karena ini adalah kebanggan masyarakat juga. Tapi saya memaklumi soal anggaran, karena masih banyak yang penting seperti untuk mendanai pembangunan kanal untuk mengatasi banjir di Jakarta," pungkasnya.
(zal/fay)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan KhususTerbaru
Indeks Laporan Khusus »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
286 Komentar
-
249 Komentar
-
240 Komentar
-
223 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
