Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 06/02/2010 15:59 WIB

6 Jam Api Berkobar Hanguskan 50 Ruko di Tembilahan Riau

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Kebakaran hebat terjadi di Kota Tembilan, Ibukota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Sekitar 50 ruko ludes terbakar. Api diperkirakan berasal dari arus pendek listrik.

Kebakaran hebat yang melanda puluhan ruko di kawasan Jl Sudirman itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu (06/02/2010). Ruko-ruko tersebut ditempati pedagang elektronik, toko busa, dan sembako. Sebagian lagi merupakan sarang burung wallet. Ruko-ruko itu rata-rata terdiri dari 2 hingga 4 lantai.

Api baru berhasil dipadamkan setelah 6 jam kemudian. Selain angin kencang, lamanya pemadaman juga karena disebabkan lambannya petugas pemadam ke lokasi.

Menurut Frans, pemilik toko elektronik, dua mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi kejadian setelah 40 menit kejadian. Itu pun mereka tidak bisa langsung melakukan pemadaman karena slang airnya banyak yang bocor.

"Mobil dinas kebakaran tidak bisa maksimal bekerja karena selang airnya banyak bocor. Untunglah kita memiliki dua unit mobil pemadam milik paguyupan warga. Mobil inilah yang paling banyak membantu memadamkan api," kata Frans.

Menurutnya, barang-barang di dalam toko banyak yang tidak terselamatkan karena api cepat merambat. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 20 miliar.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(cha/djo)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%