Maswadi Rauf: Tak Ada Pemakzulan, Pansus Century Itu Hiburan
Selasa, 02/02/2010 18:44 WIB
Maswadi FRauf (staff.ui.ac.id)
Jakarta
"Nggak, tidak akan mungkin,". Itulah jawaban tegas dari Guru Besar Politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf saat dimintai tanggapannya soal kemungkinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dimakzulkan.
Apa yang dilakukan Pansus Angket Century saat ini, menurut Maswadi, tidak lebih dari sebuah hiburan politik saja. Bahkan Maswadi menduga, Pansus tidak akan sampai merekomendasikan pemberhentian seorang pejabat.
Berikut adalah wawancara detikcom dengan Maswadi saat ditemui di sela-sela acara Dies Natalis Fisip UI ke-42 di kampus UI Depok, Jawa Barat, Selasa (2/2/2010).
Mungkin tidak, akan ada pemakzulan kepada Presiden SBY?
Nggak, tidak mungkin sampai ke pemakzulan. Kalau pemakzulan, DPR harus putuskan Presiden bersalah. Itu saya pikir nggak sampai ke sana. Ini hanya soal kesalahan KSSK (Komite Stabilitas Sektor Keuangan).
Persoalannya, apa Boediono bisa dihukum? Kan dia melakukan perbuatan sebagai Gubernur BI (Bank Indonesia), dia kan tidak lakukan pelanggaran hukum sebagai wapres.
Saya pikir, pansus (Century) tidak mungkin berujung dengan pemakzulan. Tidak akan pernah ada sampai satu keputusan itu.
Bagaimana dengan koalisi partai politik yang dibangun SBY yang terlihat rapuh? Beberapa fraksi di Pansus ikut menyerang juga?
Tidak rapuh, mereka bertanya sebagai sebuah individu. Sebagai fraksi, tidak. Tidak akan mungkin fraksi atau partai memutuskan berpendapat bahwa SBY bersalah.
Sri Mulyani bersalah pun tidak mungkin. Itu pendapat pribadi, begitu ditarik ke fraksi tidak. Itu selebriti politik. Hiburan juga.
Jadi apa kira-kira rekomendasi yang akan dikelurkan Pansus nantinya?
Ada gejala, ada penyimpangan, dugaan kekeliruan. Tidak akan mungkin rekomendasi pemberhentian pejabat publik.
Paling-paling itu bisa dilakukan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Pansus itu kan alat DPR. DPR itu kan kepentingan politik. Mereka yang ingin membuka kasus Bank Century, jangan terlalu berharap banyak terhadap Pansus.
Bagaimana dengan KPK, apa yang bisa dilakukan oleh lembaga ini?
Hukum itu adalah pengadilan. Kalau bersalah, nanti KPK yang bisa. Tapi apapun putusan KPK, bisa jadi persoalan politik.
Jika bersalah, akan ada pergantian pejabat dan bisa jadi masalah ketidakstabilan ekonomi. Jika tidak ada yang salah, semua benar, saya pikir akan muncul keraguan.
(mok/nwk)
Apa yang dilakukan Pansus Angket Century saat ini, menurut Maswadi, tidak lebih dari sebuah hiburan politik saja. Bahkan Maswadi menduga, Pansus tidak akan sampai merekomendasikan pemberhentian seorang pejabat.
Berikut adalah wawancara detikcom dengan Maswadi saat ditemui di sela-sela acara Dies Natalis Fisip UI ke-42 di kampus UI Depok, Jawa Barat, Selasa (2/2/2010).
Mungkin tidak, akan ada pemakzulan kepada Presiden SBY?
Nggak, tidak mungkin sampai ke pemakzulan. Kalau pemakzulan, DPR harus putuskan Presiden bersalah. Itu saya pikir nggak sampai ke sana. Ini hanya soal kesalahan KSSK (Komite Stabilitas Sektor Keuangan).
Persoalannya, apa Boediono bisa dihukum? Kan dia melakukan perbuatan sebagai Gubernur BI (Bank Indonesia), dia kan tidak lakukan pelanggaran hukum sebagai wapres.
Saya pikir, pansus (Century) tidak mungkin berujung dengan pemakzulan. Tidak akan pernah ada sampai satu keputusan itu.
Bagaimana dengan koalisi partai politik yang dibangun SBY yang terlihat rapuh? Beberapa fraksi di Pansus ikut menyerang juga?
Tidak rapuh, mereka bertanya sebagai sebuah individu. Sebagai fraksi, tidak. Tidak akan mungkin fraksi atau partai memutuskan berpendapat bahwa SBY bersalah.
Sri Mulyani bersalah pun tidak mungkin. Itu pendapat pribadi, begitu ditarik ke fraksi tidak. Itu selebriti politik. Hiburan juga.
Jadi apa kira-kira rekomendasi yang akan dikelurkan Pansus nantinya?
Ada gejala, ada penyimpangan, dugaan kekeliruan. Tidak akan mungkin rekomendasi pemberhentian pejabat publik.
Paling-paling itu bisa dilakukan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Pansus itu kan alat DPR. DPR itu kan kepentingan politik. Mereka yang ingin membuka kasus Bank Century, jangan terlalu berharap banyak terhadap Pansus.
Bagaimana dengan KPK, apa yang bisa dilakukan oleh lembaga ini?
Hukum itu adalah pengadilan. Kalau bersalah, nanti KPK yang bisa. Tapi apapun putusan KPK, bisa jadi persoalan politik.
Jika bersalah, akan ada pergantian pejabat dan bisa jadi masalah ketidakstabilan ekonomi. Jika tidak ada yang salah, semua benar, saya pikir akan muncul keraguan.
(mok/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
WawancaraTerbaru
Indeks Wawancara »
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
-
Senin, 14/05/2012 20:25 WIB
Pilot Jeffrey Adrian: Radio, HP, Pegunungan Ganggu Komunikasi dengan ATC
-
Kamis, 10/05/2012 19:12 WIB
Menkeu: Saya Memilih Tidak Menjadi Saksi untuk Wa Ode
-
Senin, 07/05/2012 18:52 WIB
Direktur Pembinaan SD: Sekali Lagi, Jangan Terpengaruh SMS Gadungan Soal UN
-
Senin, 30/04/2012 20:20 WIB
Dr Mudzakkir: Jangan Sampai Anak Jadi Tameng Penangguhan Penahanan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Paman dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 18:58 WIB
Lulus 100%, Siswa SMAN 3 Semarang Bersepeda Keliling Kota
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
240 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
