Vila Bodong Milik Pejabat Bertebaran di Taman Nasional Gunung Halimun
Selasa, 02/02/2010 16:35 WIB
foto: ilustrasi
Jakarta
Vila bodong milik pejabat di Jakarta banyak bertebaran di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor. Vila-vila mewah ini didirikan tanpa izin resmi alias tanpa pernah membayar pajak bumi dan bangunan (PBB).
"Beberapa pemilik vila pernah mengurus PBB, dan permohonan status. Tapi karena dasar penguasaan tanah, dan jual beli atau hibahnya tidak jelas, tidak diproses. Tidak ada izin, jadi susah diproses," jelas Sekretaris Kecamatan Pamijahan, Edi Muslihat saat dihubungi detikcom, Selasa (2/2/2010).
Secara administrasi, lanjut Edi, vila-vila itu memang masuk wilayah Kecamatan Pamijahan, namun karena status tanah yang masuk ke taman nasional, pihak kecamatan hanya bisa melakukan pendataan.
"Vila itu hanya ditunggui oleh penjaga. Yang punya sih katanya pejabat-pejabat, tapi mana saya tahu. Kita saja jarang bertemu," tambah Edi.
Menurut dia, tanah itu masuk dalam pengawasan Kementerian Kehutanan. Dahulu, memang dipinjamkan ke para veteran untuk diolah sebagai tanah pertanian sekitar tahun 1960-an.
"Saya tidak tahu prosesnya, tapi kemudian kepemilikan tanah beralih, dan didirikan vila, padahal sebenarnya masuk ke taman nasional," terangnya.
Total ada sekitar 200-an hektar wilayah yang dijadikan vila-vila tersebut. "Pemiliknya susah ditemui, jadi kita tidak tahu data otentik pemiliknya. Katanya sih pejabat," tutupnya.
(ndr/iy)
"Beberapa pemilik vila pernah mengurus PBB, dan permohonan status. Tapi karena dasar penguasaan tanah, dan jual beli atau hibahnya tidak jelas, tidak diproses. Tidak ada izin, jadi susah diproses," jelas Sekretaris Kecamatan Pamijahan, Edi Muslihat saat dihubungi detikcom, Selasa (2/2/2010).
Secara administrasi, lanjut Edi, vila-vila itu memang masuk wilayah Kecamatan Pamijahan, namun karena status tanah yang masuk ke taman nasional, pihak kecamatan hanya bisa melakukan pendataan.
"Vila itu hanya ditunggui oleh penjaga. Yang punya sih katanya pejabat-pejabat, tapi mana saya tahu. Kita saja jarang bertemu," tambah Edi.
Menurut dia, tanah itu masuk dalam pengawasan Kementerian Kehutanan. Dahulu, memang dipinjamkan ke para veteran untuk diolah sebagai tanah pertanian sekitar tahun 1960-an.
"Saya tidak tahu prosesnya, tapi kemudian kepemilikan tanah beralih, dan didirikan vila, padahal sebenarnya masuk ke taman nasional," terangnya.
Total ada sekitar 200-an hektar wilayah yang dijadikan vila-vila tersebut. "Pemiliknya susah ditemui, jadi kita tidak tahu data otentik pemiliknya. Katanya sih pejabat," tutupnya.
(ndr/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Lulus UN, Polresta Pekanbaru Razia Tempat Hiburan Malam
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Paman dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 18:58 WIB
Lulus 100%, Siswa SMAN 3 Semarang Bersepeda Keliling Kota
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
240 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
