detikcom
Selasa, 02/02/2010 10:52 WIB

SBY 'Sentil' Kerbau Ikut Demo 28 Januari foto

Anwar Khumaini - detikNews
Cipanas - Seekor kerbau yang diajak ikut demo pada 28 Januari mengusik "ketenangan" Presiden SBY. Materi ini akan dibahas SBY hari ini. SBY mengimbau agar unjuk rasa dilakukan dengan menjunjung tinggi pranata dan kepantasan.

"Kita bahas juga misalkan, unjuk rasa yang terjadi di negeri Pancasila ini mari kita bicarakan yang baik tanpa mengganggu yang lain dan tetap menjunjung tinggi pranata, kepantasan perlu dijaga," kata SBY yang mengenakan baju safari warna gelap.

Hal ini disampaikan dia saat memberi sambutan dalam pertemuan dengan menteri dan gubernur se-Indonesia di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (2/2/2010).

SBY lalu mencontohkan, demo besar-besaran menyambut 100 hari pemerintahannya pada 3 hari lalu. "Di sana ada yang teriak-teriak SBY maling, Boediono maling, menteri-menteri maling. Ada juga demo yang bawa kerbau. Ada gambar SBY. Dibilang, SBY malas, badannya besar kayak kerbau. Apakah itu unjuk rasa? Itu nanti kita bahas," papar SBY.

SBY mengimbau agar demokrasi yang merupakan bagian dari reformasi dilakukan dengan bermartabat.

6 Isu


Dalam kesempatan itu, SBY menyampaikan ada 6 isu yang akan dibahas. Pertama, masalah tata ruang seperti pertanahan dan sinkronisasi pusat dan daerah.

Kedua, masalah pangan baik dari hulu maupun hilir, termasuk suplai stabilitas harganya. "Ini menyangkut hajat hidup rakyat," kata SBY.

Ketiga, masalah energi. "Tekanannya pada listrik agar bagaimana tahun ini byar pet listrik tidak terjadi," ujar dia.

Keempat, infrastruktur seperti jalan, jembatan dan sebagainya. Karena kita ingin betul membangun national connectivity.

Kelima, program pro rakyat seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi kecil, koperasi. Terakhir, reformasi birokrasi, penegakan hukum, demokrasi, keamanan dan sebagainya.
(aan/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel