detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 08:08 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 01/02/2010 14:37 WIB

Wiranto: Deklarasi ND Bentuk Kegundahan Surya Paloh

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto mendukung penuh pendeklarasian ormas Nasional Demokrat (ND). Menurut Wiranto, Surya Paloh melakukan terobosan itu karena merasa gundah melihat kondisi bangsa ini yang tidak kunjung membaik.

"Saya mendukung kehadiran ND. Sebagai salah satu teman, kalau saya melihat, itu bentuk kegundahan beliau (SP) melihat bangsa ini," kata Wiranto di sela-sela acara jumpa pers di Kantor DPP Hanura, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (1/2/2010).

Menurut Wiranto, sosok Surya Paloh sudah cukup populis, sehingga tidak perlu lagi untuk mempromosikan diri. Tetapi, karena dia ingin berkontribusi langsung terhadap bangsa ini, dia mendirikan ormas ND.

"ND itu ormas, dia sudah populis, tapi itu misi batin dia untuk bangsa ini. Kita harus mendukung itu, karena bangsa ini perlu kontribusi dari anak bangsa seperti beliau," paparnya.

Saat ditanya apa alasan SP mendeklarasikan ND, Wiranto menduga karena bos Media Group itu geram melihat bangsanya tak maju-maju. "Mungkin dia geram, dari tahun ke tahun tidak ada kemajuan yang spektakuler dari bangsa ini," jawabnya.

Apakah ikut hadir dalam deklarasi ini, Pak? "Saya mendukung dan akan hadir dalam acara pendeklarasian ini. Kehadiran ND berangkat dari kepedulian pada negeri ini," pungkasnya.

Deklarasi ND digelar pukul 15.00 WIB di Istora Senayan Jakarta. Saat ini massa ND telah berdatangan.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(mok/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%