BJ Habibie, Kartu Mahasiswa Pertama, dan Gelar Dr HC
Sabtu, 30/01/2010 14:00 WIB
Jakarta
Prof Dr Ing BJ Habibie dianugerahi gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa/DR HC) oleh Universitas Indonesia (UI). Habibie merasa sangat gembira dengan anugerah ini. Apalagi, bagi dia, UI merupakan universitas yang tak pernah ia lupakan, karena dari UI-lah Habibie mendapat kartu mahasiswa pertama.
UI menganugerahkan Dr HC untuk Habibie dalam bidang filsafat teknologi. Penganugerahan dan pelantikan Habibie dilakukan oleh Rektor UI Prof Dr der Soz Gumilar Rusliwa Somantri di Balairung, Kampus UI, Depok, Sabtu (30/1/2010) bersamaan dalam upacara wisuda program profesi, spesialis, magister, dan doktor UI 2010.
Seusai dilantik oleh Rektor UI dan dikalungkan lambang UI, Habibie diminta untuk menyampaikan pidato. Habibie yang saat itu mengenakan toga warna hitam dengan garis kuning serta berkacamata mendapat tepuk tangan meriah dari para wisudawan dan senat UI.
Di awal sambutannya, Habibie mengaku dirinya sudah mendapat beberapa gelar doktor honoris causa. "Namun, penganugerahan hari ini memiliki arti tersendiri bagi saya," kata Habibie, yang mantan Menristek dan Presiden RI itu.
Ada dua alasan yang disampaikan Habibie. "Pertama, UI bukan saja merupakan salah satu universitas perjuangan terbesar, tetapi dari universitas inilah, 56 tahun lalu saya memperoleh kartu mahasiswa pertama saya," kata Habibie yang mendapat tepuk tangan meriah.
Habibie mendapat kartu mahasiswa pertama dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang berada di Bandung. "Sekarang sudah berubah nama menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB)," kata Habibie.
Dia mengaku kartu mahasiswa pertama ini sangat terkesan, meski hanya ia gunakan selama 9 bulan saja. Sebab, 9 bulan setelah kuliah di Bandung, Habibie diterima kuliah di Jerman.
Alasan kedua mengapa penganugerahan ini sangat berarti bagi Habibie, karena gelar Doktor HC diberikan kepada seorang yang selama ini dikenal sebagai teknolog. "Alasan kedua, karena UI UI menganugerahkan Dr HC ini bidang filsafat kepada seorang teknolog. Ini berarti UI tidak menjadikan filsafat menjadi disiplin yang mengawang jauh dari realitas kehidupan," kata Habibie.
Pidato Habibie benar-benar memukau semua keluarga mahasiswa UI. Habibie membacakan pidatonya dengan berapi-api, meski saat ini sudah berusia lanjut. Saat ini Habibie berusia 74 tahun.
Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Dia anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.
Habibie belajar teknik mesin di Fakultas Teknik UI yang kini menjadi ITB tahun 1954. Pada 1955-1965 dia melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat, menerima gelar diplom ingineur pada 1960 dan gelar doctor ingineur pada 1965 dengan predikat summa cum laude. Dia kemudian bekerja di Messerschmitt-Blkow-Blohm di Hamburg, hingga mencapai puncak karir sebagai wakil presiden bidang teknologi.
Pada 1973, Habibie kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Soeharto. Dia kemudian diangkat Presiden Soeharto sebagai penasihat presiden bidang teknologi. Setelah itu, pada 1978 Habibie dipercaya menjadi Menristek hingga 1998. Pada Maret 1998, Habibie menjadi wakil presiden. Dan pada Mei 1998 hingga 1999, Habibie menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto.
(asy/gah)
UI menganugerahkan Dr HC untuk Habibie dalam bidang filsafat teknologi. Penganugerahan dan pelantikan Habibie dilakukan oleh Rektor UI Prof Dr der Soz Gumilar Rusliwa Somantri di Balairung, Kampus UI, Depok, Sabtu (30/1/2010) bersamaan dalam upacara wisuda program profesi, spesialis, magister, dan doktor UI 2010.
Seusai dilantik oleh Rektor UI dan dikalungkan lambang UI, Habibie diminta untuk menyampaikan pidato. Habibie yang saat itu mengenakan toga warna hitam dengan garis kuning serta berkacamata mendapat tepuk tangan meriah dari para wisudawan dan senat UI.
Di awal sambutannya, Habibie mengaku dirinya sudah mendapat beberapa gelar doktor honoris causa. "Namun, penganugerahan hari ini memiliki arti tersendiri bagi saya," kata Habibie, yang mantan Menristek dan Presiden RI itu.
Ada dua alasan yang disampaikan Habibie. "Pertama, UI bukan saja merupakan salah satu universitas perjuangan terbesar, tetapi dari universitas inilah, 56 tahun lalu saya memperoleh kartu mahasiswa pertama saya," kata Habibie yang mendapat tepuk tangan meriah.
Habibie mendapat kartu mahasiswa pertama dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang berada di Bandung. "Sekarang sudah berubah nama menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB)," kata Habibie.
Dia mengaku kartu mahasiswa pertama ini sangat terkesan, meski hanya ia gunakan selama 9 bulan saja. Sebab, 9 bulan setelah kuliah di Bandung, Habibie diterima kuliah di Jerman.
Alasan kedua mengapa penganugerahan ini sangat berarti bagi Habibie, karena gelar Doktor HC diberikan kepada seorang yang selama ini dikenal sebagai teknolog. "Alasan kedua, karena UI UI menganugerahkan Dr HC ini bidang filsafat kepada seorang teknolog. Ini berarti UI tidak menjadikan filsafat menjadi disiplin yang mengawang jauh dari realitas kehidupan," kata Habibie.
Pidato Habibie benar-benar memukau semua keluarga mahasiswa UI. Habibie membacakan pidatonya dengan berapi-api, meski saat ini sudah berusia lanjut. Saat ini Habibie berusia 74 tahun.
Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Dia anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.
Habibie belajar teknik mesin di Fakultas Teknik UI yang kini menjadi ITB tahun 1954. Pada 1955-1965 dia melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat, menerima gelar diplom ingineur pada 1960 dan gelar doctor ingineur pada 1965 dengan predikat summa cum laude. Dia kemudian bekerja di Messerschmitt-Blkow-Blohm di Hamburg, hingga mencapai puncak karir sebagai wakil presiden bidang teknologi.
Pada 1973, Habibie kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Soeharto. Dia kemudian diangkat Presiden Soeharto sebagai penasihat presiden bidang teknologi. Setelah itu, pada 1978 Habibie dipercaya menjadi Menristek hingga 1998. Pada Maret 1998, Habibie menjadi wakil presiden. Dan pada Mei 1998 hingga 1999, Habibie menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto.
(asy/gah)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
TokohTerbaru
Indeks Tokoh »
-
Selasa, 22/05/2012 17:37 WIB
Reisa Kartika, Putri Lingkungan yang Ikut Identifikasi Korban Sukhoi
-
Selasa, 15/05/2012 17:05 WIB
Andre Siregar Sang Penerjemah Presiden
-
Senin, 14/05/2012 16:16 WIB
Ahmad Dhani dan Peluang Jadi Politikus
-
Kamis, 10/05/2012 21:06 WIB
Ninasapti Partowidagdo Jalankan Wasiat Hidup Hemat Sang Suami
-
Selasa, 08/05/2012 08:36 WIB
Deddy Herlambang dan Aksi Komunitasnya Merawat Lokomotif Kuno
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Paman dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 18:58 WIB
Lulus 100%, Siswa SMAN 3 Semarang Bersepeda Keliling Kota
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
240 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
