PKS Pecah Soal Pemakzulan
Anis Matta Nilai Sikap Tifatul Sembiring Over
Kamis, 28/01/2010 15:36 WIB
Jakarta
Perseteruan antar elit di tubuh PKS mulai mencuat ke publik. Hal itu ditunjukkan oleh pernyataan mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring yang menilai Sekjen PKS Anis Matta tidak mewakili partai soal pernyataan pemakzulan.
Pernyataan Tifatul tersebut langsung menuai respon keras dari Anis Matta. Menurut Anis, Tifatul tidak lagi merepresentasikan PKS karena bukan pengurus. Anis pun menilai Tifatul berlebihan.
"Saya tidak tahu (maksud pernyataan Tifatul) tapi yang jelas, beliau bukan pengurus lagi di DPP. Beliau over dalam menanggapi itu. Karena yang kita bicarakan itu adalah fakta undang-undangnya dan itu normatif dalam undang-undang, pemakzulan itu dimungkinkan," kata Anis kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/1/2010).
Menurut wakil ketua DPR ini, PKS tidak mendorong adanya upaya pemakzulan Presiden SBY dari kursinya saat ini. Ia mengaku hanya menjelaskan fakta hukum dan politik soal pemakzulan.
"Apakah akan mendorong kepada pemakzulan, itu tergantung pada faktanya, gitu. PKS tidak mengarahkan, tapi apakah faktanya mengarahkan ke sana," paparnya.
Anis kembali mengaskan, berdasarkan UUD dan UU yang ada, pemakzulan presiden memang dimungkinkan. Meskipun untuk melalui hal itu membutuhkan prasyarat yang ketat dan panjang.
"Undang-undang itu memungkinkan. Apakah itu terjadi atau tidak, itu tergantung faktanya. Tergantung fakta di lapangan," pungkasnya.
"Artinya faktanya seperti apa mengalir di Pansus, PKS mengalir bersama itu. PKS tidak dalam posisi mencegah pemakzulan kalau faktanya ada," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Tifatul Sembiring menegaskan sikap partainya yang akan terus mendukung SBY sebagai Presiden RI. Rumor adanya agenda pemakzulan presiden oleh PKS pun dibantah keras.
"Saya sudah berbicara dengan ketua Majelis Syuro PKS, bahwa tidak ada itu wacana pemakzulan SBY. Sebab hal ini akan mengacaukan situasi nasional yang sudah membaik," kata Tifatul dalam rilis kepada detikcom, Kamis (28/1/2010).
Dengan demikian, pria yang kini menjabat sebagai Menkominfo tersebut menegaskan, jika ada politisi PKS yang mewacanakan pemakzulan, itu adalah sikap pribadi. Ia juga meminta agar seluruh anggota Pansus Angket Bank Century dari PKS berjalan dengan untuk mencari solusi terbaik bagi bangsa.
"Semua anggota Pansus Century dari PKS diharapkan berjalan on the track, mencari solusi terbaik bagi bangsa. Bukan memperlebar masalah. To the point dan harap dijaga kesantunan dalam berpolitik sebagai bentuk akhlak seorang muslim," kata Tifatul.
(van/iy)
Pernyataan Tifatul tersebut langsung menuai respon keras dari Anis Matta. Menurut Anis, Tifatul tidak lagi merepresentasikan PKS karena bukan pengurus. Anis pun menilai Tifatul berlebihan.
"Saya tidak tahu (maksud pernyataan Tifatul) tapi yang jelas, beliau bukan pengurus lagi di DPP. Beliau over dalam menanggapi itu. Karena yang kita bicarakan itu adalah fakta undang-undangnya dan itu normatif dalam undang-undang, pemakzulan itu dimungkinkan," kata Anis kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/1/2010).
Menurut wakil ketua DPR ini, PKS tidak mendorong adanya upaya pemakzulan Presiden SBY dari kursinya saat ini. Ia mengaku hanya menjelaskan fakta hukum dan politik soal pemakzulan.
"Apakah akan mendorong kepada pemakzulan, itu tergantung pada faktanya, gitu. PKS tidak mengarahkan, tapi apakah faktanya mengarahkan ke sana," paparnya.
Anis kembali mengaskan, berdasarkan UUD dan UU yang ada, pemakzulan presiden memang dimungkinkan. Meskipun untuk melalui hal itu membutuhkan prasyarat yang ketat dan panjang.
"Undang-undang itu memungkinkan. Apakah itu terjadi atau tidak, itu tergantung faktanya. Tergantung fakta di lapangan," pungkasnya.
"Artinya faktanya seperti apa mengalir di Pansus, PKS mengalir bersama itu. PKS tidak dalam posisi mencegah pemakzulan kalau faktanya ada," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Tifatul Sembiring menegaskan sikap partainya yang akan terus mendukung SBY sebagai Presiden RI. Rumor adanya agenda pemakzulan presiden oleh PKS pun dibantah keras.
"Saya sudah berbicara dengan ketua Majelis Syuro PKS, bahwa tidak ada itu wacana pemakzulan SBY. Sebab hal ini akan mengacaukan situasi nasional yang sudah membaik," kata Tifatul dalam rilis kepada detikcom, Kamis (28/1/2010).
Dengan demikian, pria yang kini menjabat sebagai Menkominfo tersebut menegaskan, jika ada politisi PKS yang mewacanakan pemakzulan, itu adalah sikap pribadi. Ia juga meminta agar seluruh anggota Pansus Angket Bank Century dari PKS berjalan dengan untuk mencari solusi terbaik bagi bangsa.
"Semua anggota Pansus Century dari PKS diharapkan berjalan on the track, mencari solusi terbaik bagi bangsa. Bukan memperlebar masalah. To the point dan harap dijaga kesantunan dalam berpolitik sebagai bentuk akhlak seorang muslim," kata Tifatul.
(van/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Lulus UN, Polresta Pekanbaru Razia Tempat Hiburan Malam
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Paman dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 18:58 WIB
Lulus 100%, Siswa SMAN 3 Semarang Bersepeda Keliling Kota
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
240 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
