detikcom
Rabu, 27/01/2010 22:00 WIB

Mendiknas: Jika Tak Laksanakan UN, Kami Langgar PP

Amanda Ferdina - detikNews
Jakarta - Putusan Mahkamah Agung (MA) dinilai tidak melarang dilaksanakannya Ujian Nasional (UN). Oleh karenanya, tidak ada alasan Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) untuk tidak menggelar UN. Malah, jika tak gelar UN, Kemdiknas justru melanggar peraturan pemerintah (PP) yang dibuatnya.

"Termasuk MA, memang tidak ada larangan melaksanakan UN. Maka tidak ada alasan juga pemerintah tidak melaksanakannya. Kalau tidak, malah pemerintah melanggar PP yang dibuatnya," ujar Mendiknas M Nuh di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/1/2010).

Nuh Juga mengingatkan jika UN bukan satu-satunya syarat kelulusan seorang siswa. "Persyaratan kelulusan ada 4, yaitu peserta telah merampungkan semua proses belajar, peserta lulus dalam penilaian kepribadian dan budi pekerti, peserta lulus ujian mata pelajaran sekolah yang diuji, dan peserta lulus UN," jelasnya.

Jika siswa lulus UN tapi nilai ujian mata pelajaran sekolahnya tidak lulus, maka ia tidak lulus. "Jadi kalau UN dikatakan satu-satunya ya nggak pas. Justru ini 1 dari 3," tambahnya.

Namun begitu, Nuh mengaku masih harus meningkatkan kualitas penyelenggaraan UN. Terutama terkait pembuatan soal. "Tidak hanya susah atau mudah semua, tapi distribusi susah dan mudahnya menggambarkan distribusi sekolah kita," jelasnya.

Begitu pula dengan penggandaan soal. "Penggandaan bisa jadi sumber kebocoran maka di tempat penggandaan harus ada sistem sekuriti yang menjamin tak kan bocor. Begitu pula distribusi dari tempat penggandaan soal ke sekolah-sekolah. Harus dipastikan tak bocor," jelasnya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(amd/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%