detikcom
Rabu, 27/01/2010 11:45 WIB

Kecelakaan Lalu Lintas Prajurit TNI AL Meningkat karena Rumah Jauh

Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - Kekurangan rumah dinas bagi TNI aktif menimbulkan berbagai permasalahan. KSAL Laksamana Madya Agus Suhartono mengaku menerima laporan kasus kecelakaan lalu lintas yang menimpa prajurit TNI AL, meningkat. Penyebabnya diduga para prajurit tersebut harus mengejar waktu akibat rumahnya berjauhan dengan lokasi kantor.

"Kecelakaan meningkat karena para prajurit rumahnya jauh dari kantor," ujar Agus saat Rapim TNI AL di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (27/1/2010).

Untuk itu Mabes TNI AL telah menyediakan rumah non dinas bagi prajurit TNI AL di seluruh Indonesia. Untuk tahap awal, direncanakan ada 1.750 rumah non dinas yang dibangun.

Menurut Agus, banyak perumahan TNI yang masih ditempati purnawirawan. Namun TNI AL tidak asal menertibkan, karena ada ketentuan yang harus dipenuhi.

"Sudah ada keputusan, purnawirawan sampai dengan jandanya masih boleh menempati," terangnya.

Selain itu TNI AL juga memberikan toleransi sampai purnawirawan itu memiliki rumah lainnya.

"Namun sering kali, rumah tersebut sudah ditempati anaknya, cucunya, bahkan orang lain. Itu yang kita tertibkan," tegas perwira tinggi bintang tiga ini.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rdf/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%