Rudy Satriyo: Seharusnya Pemerkosa Dihukum Seumur Hidup
Selasa, 26/01/2010 15:35 WIB
Jakarta
Vonis penjara empat tahun bagi pelaku pemerkosaan di Bekasi, Jawa Barat, memang bisa dinilai terlalu ringan. Pakar pidana Universitas Indonesia (UI) Rudy Satriyo berpendapat KUHP harus diubah. Ancaman hukuman bagi pemerkosa seharusnya seumur hidup.
"Dampak dari pemerkosaan itu korban alami seumur hidup, maka pelakunya juga harus dihukum seumur hidup. Itu ancaman maksimalnya," kata Rudy dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (26/1/2010).
Kasus hukuman bagi pemerkosa kembali menjadi perhatian menyusul vonis ringan pada Kiki, pelaku pemerkosaan atas Indah (nama samaran). Ketua majelis hakim Jhon Pieter, Senin (25/1/2010), di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, memvonis Kiki dengan hukuman 4 tahun penjara, jauh lebih ringan dari tuntutan JPU yang 10 tahun penjara. Oleh korban, vonis ini dinilai terlalu ringan.
Hakim menyatakan Kiki terbukti melanggar pasal 285 KUHP. "Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun."
Berikut petikan wawancaranya detikcom dengan pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) tersebut:
Pelaku pemerkosaan di Bekasi dijatuhi vonis 4 tahun penjara. Ada yang menilai terlalu ringan tapi ada juga yang merasa sudah cukup sebab KUHP menyatakan hukuman maksimal 12 tahun penjara. Bagaimana itu?
Ya memang tidak ada standartnya. Rentang masa hukumanya kan mulai 1 hari, 7 tahun, 12 tahun, kalau masih di angka itu ya masih bisa diterima secara hukum. Hakim juga referensi kasus lain dan mempertimbangkan unsur-unsur pemberatnya.
Apa saja unsur yang bisa memberatkan hukuman bagi pemerkosa?
Pemberatnya bisa karena dilakukan dengan tindak kekerasan, pelaku lebih dari satu orang, bukan pertama kali dilakukan dan lain-lain lagi.
Jadi sebenarnya masa hukumannya bisa lebih berat dari 4 tahun?
Kalau ada perubahan di KUHP yang bisa, tapi sekarang ini kan belum ada perubahan. Jadi sekarang ini secara yuridis formal ya begitulah.
Apa ancaman bagi pemerkosa di KUHP perlu diubah? Bagaimana perubahannya?
Jelas perlu diubah. Karena dampak dari pemerkosaan itu korban alami seumur hidup, maka pelakunya juga harus dihukum seumur hidup. Itu ancaman maksimalnya.
Bagaimana dengan hukuman mati seperti di Timur Tengah apakah bisa diberlakukan di Indonesia?
Kita kan taat pada hukum di Indonesia. Sekarang tidak ada lagi pidana mati kecuali narkoba.
Anda setuju bahwa hukuman empat tahun penjara bagi pemerkosa adalah tidak adil, ikuti Pro dan Kontra! (lh/iy)
"Dampak dari pemerkosaan itu korban alami seumur hidup, maka pelakunya juga harus dihukum seumur hidup. Itu ancaman maksimalnya," kata Rudy dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (26/1/2010).
Kasus hukuman bagi pemerkosa kembali menjadi perhatian menyusul vonis ringan pada Kiki, pelaku pemerkosaan atas Indah (nama samaran). Ketua majelis hakim Jhon Pieter, Senin (25/1/2010), di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, memvonis Kiki dengan hukuman 4 tahun penjara, jauh lebih ringan dari tuntutan JPU yang 10 tahun penjara. Oleh korban, vonis ini dinilai terlalu ringan.
Hakim menyatakan Kiki terbukti melanggar pasal 285 KUHP. "Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun."
Berikut petikan wawancaranya detikcom dengan pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) tersebut:
Pelaku pemerkosaan di Bekasi dijatuhi vonis 4 tahun penjara. Ada yang menilai terlalu ringan tapi ada juga yang merasa sudah cukup sebab KUHP menyatakan hukuman maksimal 12 tahun penjara. Bagaimana itu?
Ya memang tidak ada standartnya. Rentang masa hukumanya kan mulai 1 hari, 7 tahun, 12 tahun, kalau masih di angka itu ya masih bisa diterima secara hukum. Hakim juga referensi kasus lain dan mempertimbangkan unsur-unsur pemberatnya.
Apa saja unsur yang bisa memberatkan hukuman bagi pemerkosa?
Pemberatnya bisa karena dilakukan dengan tindak kekerasan, pelaku lebih dari satu orang, bukan pertama kali dilakukan dan lain-lain lagi.
Jadi sebenarnya masa hukumannya bisa lebih berat dari 4 tahun?
Kalau ada perubahan di KUHP yang bisa, tapi sekarang ini kan belum ada perubahan. Jadi sekarang ini secara yuridis formal ya begitulah.
Apa ancaman bagi pemerkosa di KUHP perlu diubah? Bagaimana perubahannya?
Jelas perlu diubah. Karena dampak dari pemerkosaan itu korban alami seumur hidup, maka pelakunya juga harus dihukum seumur hidup. Itu ancaman maksimalnya.
Bagaimana dengan hukuman mati seperti di Timur Tengah apakah bisa diberlakukan di Indonesia?
Kita kan taat pada hukum di Indonesia. Sekarang tidak ada lagi pidana mati kecuali narkoba.
Anda setuju bahwa hukuman empat tahun penjara bagi pemerkosa adalah tidak adil, ikuti Pro dan Kontra! (lh/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Foto Lain
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
WawancaraTerbaru
Indeks Wawancara »
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
-
Senin, 14/05/2012 20:25 WIB
Pilot Jeffrey Adrian: Radio, HP, Pegunungan Ganggu Komunikasi dengan ATC
-
Kamis, 10/05/2012 19:12 WIB
Menkeu: Saya Memilih Tidak Menjadi Saksi untuk Wa Ode
-
Senin, 07/05/2012 18:52 WIB
Direktur Pembinaan SD: Sekali Lagi, Jangan Terpengaruh SMS Gadungan Soal UN
-
Senin, 30/04/2012 20:20 WIB
Dr Mudzakkir: Jangan Sampai Anak Jadi Tameng Penangguhan Penahanan
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
286 Komentar
-
249 Komentar
-
240 Komentar
-
223 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
