detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 12:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 20/01/2010 20:11 WIB

KPK Tahan Tersangka Korupsi Bank Jabar

Reza Yunanto - detikNews
Jakarta - KPK melakukan penahanan terhadap Edi Setiadi, mantan Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Bandung I. Edi diduga terlibat dalam kasus manipulasi pembayaran pajak Bank Jabar malam ini resmi menjadi tersangka.

Edi dibawa keluar dari KPK Pukul 19.45 WIB. Tidak diketahui dari jam berapa Edi diperiksa karena tidak ada keterangan resmi dari KPK.

Saat meningalkan gedung KPK, Edi yang memakai blazer warna abu-abu tampak menutupi wajahnya dengan menempelkan wajahnya di punggung penyidik yang mengawal dia ke mobil tahanan.

Informasi yang dikumpulkan detikcom, Edi akan ditahan di Rutan Cipinang.

Nama Edi terungkap dalam dakwaan Dirut Bank Jabar Umar Syarifudin yang diduga melakukan korupsi manipulasi pembayaran pajak dari Rp 51,80 miliar menjadi hanya Rp 7,27 miliar.

Dalam manipulasi itu disepakati ada biaya konsulatsi sebesar Ro 2,55 miliar. Uang itu diserahkan ke Edi.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(anw/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%