Rabu, 20/01/2010 20:11 WIB

KPK Tahan Tersangka Korupsi Bank Jabar

Reza Yunanto - detikNews
Jakarta - KPK melakukan penahanan terhadap Edi Setiadi, mantan Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Bandung I. Edi diduga terlibat dalam kasus manipulasi pembayaran pajak Bank Jabar malam ini resmi menjadi tersangka.

Edi dibawa keluar dari KPK Pukul 19.45 WIB. Tidak diketahui dari jam berapa Edi diperiksa karena tidak ada keterangan resmi dari KPK.

Saat meningalkan gedung KPK, Edi yang memakai blazer warna abu-abu tampak menutupi wajahnya dengan menempelkan wajahnya di punggung penyidik yang mengawal dia ke mobil tahanan.

Informasi yang dikumpulkan detikcom, Edi akan ditahan di Rutan Cipinang.

Nama Edi terungkap dalam dakwaan Dirut Bank Jabar Umar Syarifudin yang diduga melakukan korupsi manipulasi pembayaran pajak dari Rp 51,80 miliar menjadi hanya Rp 7,27 miliar.

Dalam manipulasi itu disepakati ada biaya konsulatsi sebesar Ro 2,55 miliar. Uang itu diserahkan ke Edi.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(anw/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%