TODAY NEWS
Harus Optimalkan Peran KUA dalam Penyuluhan Haji
Selasa, 19/01/2010 15:54 WIB
Jakarta
Dalam tiga tahun terakhir, sejak tahun 2006, Kementerian Agama, cq Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh (PHU) menempatkan posisi KUA (Kantor Urusan Agama) sebagai lembaga yang berperan strategis dalam pembinaan ibadah haji. Karena di lapangan, aparat KUA-lah yang setiap saat bersentuhan langsung dengan lapisan masyarakat sampai di tingkat bawah, khususnya para calon jemaah (calhaj).
Karena itu sebagai pemangku kepentingan untuk pembinaan haji, Direktorat Pembinaan Haji ke depan akan lebih mengintensifkan lagi kegiatan orientasi pembinaan dan penyuluhan ibadah haji kepada jajaran KUA. Sejauh ini, hingga tahun 2009, Kepala KUA yang sudah mengikuti Orientasi Penyuluhan dan Informasi Haji dari Direktorat Pembinaan Haji telah mencapai 1.864 orang.
Menurut Direktur Pembinaan Haji, Drs H. Ahmad Kartono, pemberdayaan KUA Kecamatan dan penyuluh agama dalam kegiatan bimbingan haji merupakan salah satu rekomendasi keputusan Rakernas dan Rencana Kebijakan Penyelenggaraan Haji. "Pemberdayaan KUA sesungguhnya bertolak dari fakta perkembangan data dan profil jemaah haji yang makin dinamis, mengalami perkembangan amat pesat," tambah Kartono.
Keputusan pemberdayaan KUA Kecamatan dalam penyuluhan dan pembinaan haji dinilai sangat tepat, mengingat KUA Kecamatan merupakan perpanjangan tangan Kantor Departemen (Kementerian) Agama Kab/Kota dan berposisi sebagai ujung tombak terdepan.
Keputusan pemberdayaan KUA tersebut diambil setelah melalui kajian mendalam dari Direktorat Pembinaan Haji yang telah mengadakan kegiatan memberikan Orientasi Penyuluhan dan Informasi Haji kepada Kepala KUA Kecamatan sejak tahun 2003.
Sebelum menjalankan program 2003 tersebut Direktorat Pembinaan Haji juga telah melakukan penelitian terhadap 30 Kepala KUA Tingkat Kecamatan di Provinsi Gorontalo tentang peran serta KUA dalam penyuluhan haji atas kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji. Hasil penelitian menunjukkan, Kepala KUA Tingkat Kecamatan benar-benar memiliki kepedulian secara umum berdasarkan moralitas atas pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji.
Berdasarkan penelitian tersebut, Direktorat Pembinaan Haji mulai memberikan pendidikan dan pelatihan kepada Kepala KUA Kecamatan se Pulau Kalimantan pada tahun 2003. Orientasi penyuluhan dan informasi haji tersebut diikuti 71 orang. Program dilanjutkan di Provinsi Sumatera Selatan dengan jumlah peserta 91 orang. Pada tahun 2004 program dilaksanakan masing-masing di Provinsi Lampung dengan peserta 40 orang, Provinsi DKI Jakarta (45), Provinsi Banten (61), Provinsi Jawa Barat (134), Provinsi Jawa Timur (128), Provinsi Jawa Tengah (38) dan Provinsi DI Yogyakarta (31). Pada tahun 2005 program dilanjutkan di Provinsi Sulawesi Selatan dengan jumlah peserta 40 orang.
Pada tahun 2006 bertepatan dengan Rakernas Kebijakan Penyelengaaraan Haji, program orientasi penyuluhan dan informasi haji dilanjutkan di sembilan Provinsi, yakni Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, NAD (Nangroe Aceh Darussalam), Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Bengkulu dengan masing-masing jumlah peserta sebanyak 35 orang.
Pada tahun 2007 kegiatan orientasi Kepala KUA dilanjutkan ke wilayah Provinsi Jambi, Bali, NTB dan NTB dengan masing-masing 35 peserta. Tahun 2008 kegiatan orientasi Kepala KUA digelar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Batam, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur dan Kamilamtan Selatan. Juga pelatihan Penyuluh Agama di Sulawesi Tengah, Selawesi Utara dan Sulawesi Tenggara, masing-masing diikuti 35 orang.
Pada tahun 2009, orientasi Kelapa KUA dilaksanakan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Lampung, Bengkulu, Jambi, Pekanbaru, Denpasar dan Banten. Masing-masing diikuti 35 peserta.
Pertanyaannya kini adalah, seberapa efektif penerapan langkah terobosan dalam penyuksesan penyelenggaran ibadah haji tersebut dalam tiga tahun terakkhir. Menurut Kartono, target utama program kegiatan orientasi penyuluhan dan informasi haji dari Kementerian Agama adalah pembentukan kualitas para Kepala KUA Kecamatan dan Pelatih Penyuluh Agama.
Kegiatan orientasi penyuluhan dan informasi haji tersebut diharapkan menjadi kekuatan dasar terwujudnya sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjadi komunikator dengan pemahaman masalah perhajian dalam menjembatani kepentingan masyarakat dan jemaah calhaj (peminat haji). "Kami terus mengikuti perkembangan dinamika calon haji, dan untuk meningkatkan pemahaman tentang perhajian, kementerian agama secara simultan terus menerus berupaya meningkatkan kualitas penyuluhan," demikian tandas Kartono.
Karena itu sebagai pemangku kepentingan untuk pembinaan haji, Direktorat Pembinaan Haji ke depan akan lebih mengintensifkan lagi kegiatan orientasi pembinaan dan penyuluhan ibadah haji kepada jajaran KUA. Sejauh ini, hingga tahun 2009, Kepala KUA yang sudah mengikuti Orientasi Penyuluhan dan Informasi Haji dari Direktorat Pembinaan Haji telah mencapai 1.864 orang.
Menurut Direktur Pembinaan Haji, Drs H. Ahmad Kartono, pemberdayaan KUA Kecamatan dan penyuluh agama dalam kegiatan bimbingan haji merupakan salah satu rekomendasi keputusan Rakernas dan Rencana Kebijakan Penyelenggaraan Haji. "Pemberdayaan KUA sesungguhnya bertolak dari fakta perkembangan data dan profil jemaah haji yang makin dinamis, mengalami perkembangan amat pesat," tambah Kartono.
Keputusan pemberdayaan KUA Kecamatan dalam penyuluhan dan pembinaan haji dinilai sangat tepat, mengingat KUA Kecamatan merupakan perpanjangan tangan Kantor Departemen (Kementerian) Agama Kab/Kota dan berposisi sebagai ujung tombak terdepan.
Keputusan pemberdayaan KUA tersebut diambil setelah melalui kajian mendalam dari Direktorat Pembinaan Haji yang telah mengadakan kegiatan memberikan Orientasi Penyuluhan dan Informasi Haji kepada Kepala KUA Kecamatan sejak tahun 2003.
Sebelum menjalankan program 2003 tersebut Direktorat Pembinaan Haji juga telah melakukan penelitian terhadap 30 Kepala KUA Tingkat Kecamatan di Provinsi Gorontalo tentang peran serta KUA dalam penyuluhan haji atas kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji. Hasil penelitian menunjukkan, Kepala KUA Tingkat Kecamatan benar-benar memiliki kepedulian secara umum berdasarkan moralitas atas pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji.
Berdasarkan penelitian tersebut, Direktorat Pembinaan Haji mulai memberikan pendidikan dan pelatihan kepada Kepala KUA Kecamatan se Pulau Kalimantan pada tahun 2003. Orientasi penyuluhan dan informasi haji tersebut diikuti 71 orang. Program dilanjutkan di Provinsi Sumatera Selatan dengan jumlah peserta 91 orang. Pada tahun 2004 program dilaksanakan masing-masing di Provinsi Lampung dengan peserta 40 orang, Provinsi DKI Jakarta (45), Provinsi Banten (61), Provinsi Jawa Barat (134), Provinsi Jawa Timur (128), Provinsi Jawa Tengah (38) dan Provinsi DI Yogyakarta (31). Pada tahun 2005 program dilanjutkan di Provinsi Sulawesi Selatan dengan jumlah peserta 40 orang.
Pada tahun 2006 bertepatan dengan Rakernas Kebijakan Penyelengaaraan Haji, program orientasi penyuluhan dan informasi haji dilanjutkan di sembilan Provinsi, yakni Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, NAD (Nangroe Aceh Darussalam), Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Bengkulu dengan masing-masing jumlah peserta sebanyak 35 orang.
Pada tahun 2007 kegiatan orientasi Kepala KUA dilanjutkan ke wilayah Provinsi Jambi, Bali, NTB dan NTB dengan masing-masing 35 peserta. Tahun 2008 kegiatan orientasi Kepala KUA digelar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Batam, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur dan Kamilamtan Selatan. Juga pelatihan Penyuluh Agama di Sulawesi Tengah, Selawesi Utara dan Sulawesi Tenggara, masing-masing diikuti 35 orang.
Pada tahun 2009, orientasi Kelapa KUA dilaksanakan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Lampung, Bengkulu, Jambi, Pekanbaru, Denpasar dan Banten. Masing-masing diikuti 35 peserta.
Pertanyaannya kini adalah, seberapa efektif penerapan langkah terobosan dalam penyuksesan penyelenggaran ibadah haji tersebut dalam tiga tahun terakkhir. Menurut Kartono, target utama program kegiatan orientasi penyuluhan dan informasi haji dari Kementerian Agama adalah pembentukan kualitas para Kepala KUA Kecamatan dan Pelatih Penyuluh Agama.
Kegiatan orientasi penyuluhan dan informasi haji tersebut diharapkan menjadi kekuatan dasar terwujudnya sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjadi komunikator dengan pemahaman masalah perhajian dalam menjembatani kepentingan masyarakat dan jemaah calhaj (peminat haji). "Kami terus mengikuti perkembangan dinamika calon haji, dan untuk meningkatkan pemahaman tentang perhajian, kementerian agama secara simultan terus menerus berupaya meningkatkan kualitas penyuluhan," demikian tandas Kartono.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 26/02/2012 15:00 WIB
Yamaha Siapkan YMJET-FI untuk Xeon dan Soul
-
Minggu, 26/02/2012 11:00 WIB
Peluncuran Spektakuler Mio J di Kota Kembang
-
Sabtu, 25/02/2012 21:00 WIB
Peserta Turing Disambut Antusias Masyarakat Bandung
-
Sabtu, 25/02/2012 16:00 WIB
Turing Yamaha Mio J Masuki Etape Terakhir
-
Sabtu, 25/02/2012 11:00 WIB
Etape Pertama Mio J Terbukti Irit
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 19:00 WIB
Pesawat pengintai AS telan korban di Pakistan
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
240 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
