detikcom
Selasa, 19/01/2010 12:28 WIB

Mahasiswi RI di Erfurt Rekonstruksi Kebakaran Tanpa Pendampingan KBRI

Fitraya Ramadhanny - detikNews
www.thueringer-allgemeine.de
Erfurt - Mahasiswi Indonesia yang kamarnya menjadi asal api dalam kebakaran asrama di Erfurt, Jerman, menjalani rekonstruksi bersama polisi. Sayangnya, pendampingan dari KBRI Jerman belum ada saat rekonstruksi.

"Kami sedikit kecewa karena saat rekonstruksi ulang, pihak KBRI tidak mendampingi mahasiswa Indonesia yang tersangkut masalah ini," kata Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Thueringen Shally Novita dalam email kepada detikcom, Selasa (19/1/2010).

Rekonstruksi peristiwa kebakaran berlangsung Senin (18/1/2010) pagi kemarin. Setelah rekonstruksi, Shally menerima SMS dari KBRI Berlin, perwakilan KBRI akan ke Erfurt namun belum disebutkan kapan. Dubes RI untuk Jerman Eddy Pratomo juga telah menghubungi langsung mahasiswi tersebut.

"Yang bersangkutan masih syok, karena seluruh berita yang beredar menyalahkannya. Padahal polisi belum memberikan pernyataan pasti tentang penyebab kebakaran," jelas Shally.

Atas pertimbangan itu pula, mahasiswa Indonesia di Erfurt sepakat untuk tidak membuka identitas mahasiswi tersebut. Pemberitaan media massa di Jerman menyebutkan asal api berasal dari oven mini di kamar mahasiswi tersebut pada hari kejadian, Sabtu (16/1/2010) pagi lalu.

"Menurut keterangan mahasiswi tersebut, saat ia keluar untuk membeli keperluan sehari-hari, semua alat elekronik telah mati," jelas Shally.

Mahasiswi itu dalam kondisi sehat, namun seluruh barang-barang dan berbagai dokumen penting ludes terbakar. PPI Thueringen berharap, saat polisi memberikan keterangan resmi, KBRI Berlin sudah hadir untuk memberikan pendampingan. Rekan-rekan mahasiswa pun berharap kasus ini bisa selesai tanpa berujung di meja hukum.

"Kami sangat berharap KBRI dapat hadir mendampingi, saat polisi memberikan pernyataan tentang penyebab kebakaran," pungkas Shally.

Sebuah asrama mahasiswa di Erfurt terbakar pada Sabtu (16/1/2010) pagi lalu
. 6 Mahasiswi luka ringan dan satu mahasiswa luka berat. Koran lokal Thueringer Allgemeine menyebutkan, api berasal dari oven mini di kamar seorang mahasiswi Indonesia.

Kerugian ditaksir mencapai 40.000 Euro atau hampir Rp 600 juta. Direktur Perlindungan WNI dan TKI Deplu Teguh Wardoyo kepada detikcom, Senin (18/1/2010) mengatakan akan segera berkoordinasi dengan KBRI Berlin untuk memberikan bantuan dan pendampingan.
rencana kenaikan BBM sebabkan penimbunan bbm, bbm bersubdisi jadi langka.saksikan peneluran Reportase investigasi minggu pukul 16.45 WIB Hanya di TransTV

(fay/iy)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    57%
    Kontra
    43%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000